alexametrics

WHO Khawatir Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Eropa

24 November 2021, 19:31:41 WIB

JawaPos.com – Gelombang penularan baru Covid-19 di Eropa tidak bisa dipandang sebelah mata. Badan Kesehatan Dunia (WHO), Selasa (23/11) menyatakan kekhawatirannya bahwa angka kematian bakal melonjak jika tren saat ini terus berlanjut. Yakni, dari 1,5 juta kematian yang sudah tercatat menjadi 2,2 juta jiwa pada Maret 2022. Artinya, dalam empat bulan, diprediksi ada 700 ribu korban yang muncul dari Benua Biru.

’’Diperkirakan, ICU di 49 dari 53 negara di Eropa bakal mengalami tekanan tinggi atau bahkan ekstrem, mulai dari sekarang hingga 1 Maret 2022 nanti.’’ Demikian bunyi pernyataan WHO, seperti dikutip Agence France-Presse.

Negara-negara di Eropa kini memutar otak agar lonjakan kasus tidak terus meroket. Rata-rata berusaha mendorong penduduknya yang belum divaksin agar segera melakukannya. Sebab, mereka yang divaksin, meski tertular, gejalanya tidak parah. Sebagian besar cukup dirawat di rumah. Itu berbanding terbalik dengan yang belum mendapatkan vaksin. Mereka kebanyakan berlanjut di rumah sakit, atau bahkan dirawat intensif di ruang ICU.

’’Mungkin pada akhir musim dingin ini hampir semua orang Jerman akan divaksin, sembuh (dari Covid-19) atau meninggal,’’ ujar Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn.

Saat ini ruang ICU di beberapa RS terisi dengan cepat. Pemerintah Jerman pun kembali memberlakukan sejumlah pembatasan. Termasuk menutup pasar Natal. Di wilayah-wilayah yang kasusnya tinggi, mereka yang belum divaksin dilarang pergi ke tempat umum seperti bioskop, tempat olahraga, dan restoran di dalam ruangan.

Hampir di semua negara, termasuk Eropa, ada kelompok-kelompok antivaksin. Mereka pun didorong agar mau segera disuntik. Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan bahwa melarang penduduk yang tidak divaksin ke tempat umum tidaklah cukup.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c18/bay)




Close Ads