alexametrics

Polisi Temukan Truk Kontainer Bermuatan 39 Jenazah

Berasal dari Bulgaria, Lewat Jalur Tak Biasa
24 Oktober 2019, 12:40:27 WIB

JawaPos.com – Kawasan Industri Waterglade, London, lumpuh total, Kamis (23/10). Polisi Inggris menutup semua akses sambil mengepung satu truk peti kemas. Truk tersebut menyimpan 39 jenazah yang belum diketahui asal usulnya.

Polisi yang menerima laporan mengenai keberadaan jenazah langsung memanggil ambulans pukul 01.40. Menurut Wakil Kepala Kepolisian Essex Pippa Mills, jenazah tersebut terdiri atas 38 orang dewasa dan 1 remaja. Sampai saat ini, mereka belum bisa menemukan asal usul jenazah.

”Identifikasi jenazah masih menjadi prioritas kami,” ungkap dia kepada BBC.

Polisi memang sudah mendapatkan detail mengenai truk peti kemas yang menjadi peti mati puluhan orang tersebut. Truk itu dilaporkan berasal dari Bulgaria dan tiba di daratan utama Inggris 19 Oktober lalu. Namun, jalur yang ditempuh tidak biasa, yakni melalui Holyhead.

Manajer Kebijakan Freight Transport Association Irlandia Utara Seamus Leheny menjelaskan, jalur Calais–Dover merupakan rute yang paling efisien bagi kargo dari Eropa yang ingin menuju Inggris. Namun, rute tersebut biasanya dilengkapi berbagai alat untuk mendeteksi penyelundupan manusia. Anjing pelacak, sensor detak jantung, sampai sensor CO2.

”Jika truk masuk lewat Holyhead, berarti sopir harus melewati Rosslare (Republik Irlandia, Red), lalu menyeberang ke Dublin (Irlandia Utara, Red). Tapi, itu akan menambah satu hari perjalanan ekstra,” ungkap Leheny menurut The Guardian.

Sopir truk kontainer yang di dalamnya terdapat 39 jenazah, ditangkap atas dugaan pembunuhan. Dia berusia 25 tahun dan berasal dari Irlandia Utara (AP PHOTO)

Holyhead memang tak punya alat pendeteksi imigran gelap seperti di Pelabuhan Dover. Apalagi, Inggris masih masuk serikat pabean yang membuat truk bebas melaju melewati perbatasan.

Sampai saat ini, otoritas sudah menangkap sopir truk sebagai tersangka. Pemuda 25 tahun itu berasal dari Irlandia Utara. Namun, Leheny menegaskan bahwa kasus itu sangat rumit. Pasalnya, kargo muatan manusia tersebut bisa saja berganti-ganti sopir. ”Saya mengira ada dua atau tiga sopir yang mengantarkan peti kemas tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berjanji menuntaskan penyelidikan kasus tersebut. Sampai saat ini, dia belum mau menyimpulkan apakah 39 jenazah tersebut imigran yang diselundupkan atau tidak. ”Saya terus menerima perkembangan. Pemerintah juga terus bekerja sama dengan Kepolisian Essex untuk mencari tahu apa yang terjadi,” tegasnya.

Kasus serupa beberapa kali terjadi di Inggris. Pada 2000, 58 imigran Tiongkok meninggal dalam kapal feri yang sedang dalam perjalanan menuju Inggris.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c10/dos)



Close Ads