JawaPos Radar | Iklan Jitu

JK Mau Ucapkan Terima Kasih pada Pendukung Indonesia di Sidang PBB

24 September 2018, 14:07:33 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
jusuf kalla, JK, DK tak tetap,
Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin delegasi pemerintah Indonesia pada Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dibuka Senin (24/9) di General Assembly Hall, New York (Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memimpin delegasi pemerintah Indonesia pada Sidang Majelis Umum (SMU) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang dibuka Senin (24/9) di General Assembly Hall, New York, Amerika Serikat. Rencananya, SMU PBB ke-73 yang dihadiri oleh para kepala negara di dunia ini, diawali dengan Nelson Mandela Peace Summit, yang berlangsung dari pagi hingga sore hari.

Di forum tersebut banyak agenda yang akan dibahas di antaranya adalah masalah perdamaian, kesehatan, penyakit tidak menular, serta masalah perempuan. "Itu berbagai masalah akan dilontarkan, karena banyak rapat-rapat tersendiri," terang Wapres JK dalam siaran pers Setwapres RI seperti dilansir JPNN, (Jawa Pos Grup), Senin, (24/9).

JK mengatakan, khusus pada sesi debat akan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung Indonesia sehingga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB.

jusuf kalla, JK, DK tak tetap,
JK mengatakan, khusus pada sesi debat akan menyampaikan terima kasih kepada negara-negara yang telah mendukung Indonesia sehingga terpilih menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB (Reuters)

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman negara lain karena Indonesia menjadi anggota tidak tetap DK PBB," ujarnya.

Sebelumnya dalam diskusi di Tuft University, Massachusettes, Boston, Jumat, (21/9), JK memaparkan mengenai 'Menavigasi Gejolak' yakni pengalaman Indonesia yang mengupas masalah ekonomi global serta bagaimana menanganinya, hingga situasi ekonomi Tanah Air saat ini.

“Topik pidato adalah berbagi pengalaman Indonesia dalam menavigasi perekonomian Indonesia dalam masa-masa sulit,” paparnya.

 Di hadapan para mahasiswa Fletcer dan Tuft University, JK mengatakan bahwa saat ini di kawasan dunia sedang menghadapi periode turbulensi yang datang tidak hanya dari pasar valuta asing, tetapi juga serangkaian bencana alam.

JK menuturkan bencana alam tersebut, mulai dari gempa bumi besar di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan beberapa tempat lain di Indonesia.

Diikuti oleh serangkaian gempa bumi besar dan angin topan di Jepang. Serta beberapa hari lalu salah satu angin topan paling keras melanda Filipina, bagian Selatan Tiongkok, dan Taiwan.

“Bencana alam ini menyebabkan banyak korban, dan pada gilirannya akan menciptakan beban lain pada anggaran negara-negara tersebut, untuk alokasi bantuan dan rekonstruksi,” ujarnya.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up