JawaPos Radar

Rekaman Suara Pemimpin ISIS Minta Anggotanya Bertahan

24/08/2018, 14:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
isis
ISIS kini telah dikalahkan militer di Irak dan sebagian besar Syria, dan banyak dari pejuang, perencana, dan pemimpin doktrinal, keamanan dan militer senior telah terbunuh (Reuters)
Share this

JawaPos.com - ISIS telah merilis pesan audio Pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi. Rekaman suara ini merupakan yang pertama dalam kurun hampir setahun.

Dilansir BBC pada Kamis (23/8), dalam sebuah pidato dia menyerukan kepada pendukung ISIS untuk bertahan meskipun ada kerugian yang diderita ISIS di Irak dan Syria. "Bagi Mujahidin atau prajurit suci, skala kemenangan atau kekalahan tidak tergantung pada kota atau kota yang dicuri atau tunduk pada siapa yang memiliki superioritas udara, rudal antarbenua, atau bom pintar," ungkap Reuters mengutip rekaman suara Al Baghdadi.

"Oh para tentara khalifah percaya pada janji Tuhan dan kemenangan-Nya karena usai kesulitan datang bantuan dan jalan keluar," tambahnya.

ISIS
ISIS telah merilis pesan audio Pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi. Rekaman suara ini merupakan yang pertama dalam hampir setahun (Reuters)

Keaslian rekaman itu tidak dapat diverifikasi, tetapi para ahli mengatakan bahwa suara itu mirip dengan yang terdengar di pesan lain. Rusia mengklaim tahun lalu mereka mungkin telah membunuh Al Baghdadi dalam serangan udara di Syria.

Namun komandan AS mengatakan, mereka yakin Al Baghdadi masih hidup dan bersembunyi di daerah terpencil di perbatasan Syria-Irak. Pada Juli, saluran berita ISIS melaporkan bahwa putra Al Baghdadi, Hudhayfah, terbunuh dalam operasi komando ISIS di provinsi Syria Homs.

Al Baghdadi merupakan seorang warga Irak yang bernama asli Ibrahim Awwad Ibrahim Al Badri. Ia belum pernah terlihat di depan umum sejak dia memproklamirkan penciptaan khalifah dari mimbar Masjid Agung Al Nuri di Kota Mosul, Irak pada Juli 2014.

Salah satu pesan audionya dibuat pada September 2017, dua bulan setelah pasukan Pemerintah Irak merebut kembali Mosul dan satu bulan sebelum militan ISIS didorong dari markas Syria, Raqqa, oleh aliansi pejuang Kurdi dan Arab yang didukung AS.

ISIS kini telah dikalahkan militer di Irak dan sebagian besar Syria, dan banyak dari pejuang, perencana, dan pemimpin doktrinal, keamanan dan militer senior telah terbunuh.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up