JawaPos Radar

AS-Tiongkok Akhiri Pembicaraan Soal Perang Dagang Tanpa Hasil

24/08/2018, 15:03 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perang dagang
Pejabat dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengakhiri pembicaraan selama dua hari pada Kamis, (23/8), tanpa terobosan besar saat perang dagang (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Pejabat dari Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mengakhiri pembicaraan selama dua hari pada Kamis, (23/8), tanpa terobosan besar saat perang dagang. Hal iu menyebabkan aktivasi putaran duel tarif lainnya senilai USD 16 miliar untuk tiap barang dari masing-masing negara.

"Kami mengakhiri diskusi dua hari dengan rekan-rekan dari Tiongkok dan bertukar pandangan tentang bagaimana mencapai keadilan, keseimbangan, dan timbal balik dalam hubungan ekonomi," kata Juru Bicara Gedung Putih Lindsay Walters.

Walters mengatakan, diskusi tersebut termasuk upaya mengatasi masalah struktural di Tiongkok serta kebijakan kekayaan intelektual dan transfer teknologi. Para pejabat administrasi tingkat menengah Presiden Donald Trump yang berpartisipasi dalam perundingan juga menjelaskan kepada pimpinan agensi mereka mengenai diskusi.

Sebelumnya seorang pejabat senior administrasi Trump meremehkan peluang suksesnya pembicaraan tersebut. Dia mengatakan, Tiongkok belum menanggapi keluhan AS mengenai dugaan penyalahgunaan kekayaan intelektual dan subsidi industri AS.

"Agar kami mendapatkan hasil positif dari keterlibatan ini, sangat penting Tiongkok mengatasi keprihatinan mendasar kami. Namun kami belum melihat itu dan akan terus mendorong mereka untuk mengatasi masalah yang kami kumpulkan," kata pejabat AS itu.

Pertemuan yang dipimpin oleh Menteri Keuangan AS, Wakil Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Shouwen tidak menggagalkan pembicaraan. Ini pertemuan pertama AS-Tiongkok sejak awal Juni yang bertujuan menemukan jalan keluar dari konflik perdagangan yang semakin mendalam dan tarif yang meningkat.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan, kedua belah pihak memiliki pertukaran pikiran yang konstruktif dan jujur atas masalah perdagangan. Nantinya akan tetap berhubungan pada tahap berikutnya seperti dilansir Channel News Asia.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up