Akhirnya, Perempuan di Saudi Boleh Nyetir Mobil Sendiri

24/06/2018, 12:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Perempuan Saudi boleh menyetir sendiri (New York Times)
Share this image

JawaPos.com - Perempuan di Arab Saudi sekarang diizinkan untuk mengendarai mobilnya sendiri untuk pertama kalinya. Seperti dilansir Al Jazeera pada Minggu, (24/6), pencabutan larangan perempuan mengemudi mobil sendiri diumumkan tahun lalu sebagai bagian dari rencana Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) guna mereformasi negara tersebut.

"Sekarang setiap perempuan memiliki hak untuk mengendarai mobil di mana saja di wilayah kerajaan," kata Penyiar Media Al Ekhbariya mengutip Juru Bicara Otoritas Lalu Lintas Kolonel Samy Bin Mohammad.

Saudi memiliki beberapa pembatasan paling ketat di dunia pada perempuan. Namun negara tersebut mulai menunjukkan reformasinya dengan mengeluarkan lisensi mengemudi pertama untuk pengendara perempuan awal bulan ini.

Perempuan Saudi mendapatkan SIM untuk menyetir mobilnya (AP)

Pada hari Kamis, Saudi meluncurkan kampanye tiga hari bertema 'Place Your Trust on God and Drive' untuk mendidik perempuan tentang bagaimana mengemudi yang aman dan meningkatkan kesadaran tentang peraturan keselamatan. Para aktivis di Saudi menyambut baik pencabutan larangan itu tetapi memperingatkan bahwa masih banyak rintangan bagi perempuan yang ingin berada di belakang kemudi.

"Ini adalah langkah yang sangat baik, tetapi tentu saja ada begitu banyak tantangan yang dihadapi perempuan saat ini dengan pencabutan larangan itu," kata Suad Abu Dayyeh, konsultan Timur Tengah untuk organisasi nonpemerintah soal kesetaraan.

"Biaya untuk mendapat pelajaran enam kali lebih banyak daripada laki-laki," kata Abu Dayyeh kepada Al Jazeera dari ibukota Yordania, Amman.

Upaya perempuan untuk menghapuskan larangan mengemudi di negara tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun. Pada tahun 1990, lebih dari 40 perempuan mengendarai mobil mereka di Ibu Kota Riyadh. Unjuk rasa publik pertama melawan larangan itu.

Pada 2007, para aktivis mengajukan petisi kepada Raja Abdullah, meminta hak untuk mengemudi. Tahun berikutnya, salah satu aktivis, Wajeha Al Huwaider membuat film tentang dirinya mengemudi dan mempostingnya secara online. Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud menandatangani keputusan kerajaan pada bulan September 2017 yang mengatakan perempuan akan diizinkan untuk mengemudi sesuai dengan hukum Islam.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi