alexametrics

19 Tahun Berkuasa, Putin tak Pernah Disadap

24 April 2019, 05:05:05 WIB

JawaPos.com – Selama 19 tahun berkuasa, Presiden Rusia Vladimir Putin tak pernah disadap atau jadi korban orang usil. Mantan perwira KGB itu tetap terselubungi misteri penuh teka-teki yang terenkripsi dengan baik.

Putin tidak menggunakan ponsel pintar atau aplikasi pengirim pesan, dan jarang sekali online. Bahkan orang Rusia tak yakin Putin mengetahui YouTube karena baru pada 2015 Sang Presiden untuk pertama kalinya secara terbuka menyatakan, ia menggunakan internet.

Ketika WikiLeaks merilis kebocoran dokumen CIA terbesar terkait peretasan dan alat-alat pengawasan pada 2017, data itu berisi lima server fasilitas pemantau sinyal radio rahasia dengan nama sandi PocketPutin. Setidaknya, secara hipotesis, mereka dapat melacak perangkat yang digunakan Presiden Rusia seperti komputer atau telepon.

putin, sadap, sadap telepon, komunikasi,
Selama 19 tahun berkuasa, Presiden Rusia Vladimir Putin tak pernah disadap atau jadi korban orang usil (AFP)

Meski demikian, tanggapan Kremlin hanyalah, “Kami akan memeriksanya,” seraya menambahkan bahwa Washington tidak menyembunyikan penyadapannya terhadap pejabat Rusia sehingga Wikileaks jelas ketinggalan.

Namun pejabat Rusia dan Putin adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Supaya seorang mata-mata bisa menjangkau Putin harus punya kemampuan masuk ke dalam lingkaran Sang Presiden.

Ponsel pintar untuk tukang pamer

“Memiliki ponsel pintar adalah bentuk pamer dan transparansi total. Ketika Anda memiliki ponsel pintar, Anda secara sadar menandai kotak pilihan yang menyatakan semuanya terbuka untuk umum,” kata Juru Bicara Kepresidenan Dmitry Peskov belum lama ini.

Menurut pendapatnya, sepertinya, presiden seharusnya tidak memiliki ponsel pintar terutama di negara seperti Rusia. Para jurnalis mencecar Peskov dengan pertanyaan ponsel pintar hampir setiap tahun. Jawabannya selalu sama.

Di sisi lain, Putin sendiri kurang peduli dalam menanggapi topik ini. “Kalau saya memiliki ponsel, maka ponsel itu tak akan pernah berhenti berdering. Saya bahkan tidak pernah mengangkat telepon di rumah,” katanya pada 2005 di awal periode kedua ia menjabat. Hampir tidak ada yang berubah sejak itu selain, mungkin, kini lebih sulit untuk menghubunginya.

Menjaga Putin tetap tersembunyi

Seperti dilansir Russia Beyond, ketika membahas topik-topik penting tingkat kepala negara, Putin hanya berbicara melalui sambungan khusus yang aman yakni telepon kuning model lama yang biasa terlihat di atas meja. Sambungan itu tidak dapat disadap karena sinyal suara didigitalisasi dan diamankan dengan sandi kriptografi yang kompleks. Bahkan untuk mendekripsinya saja dibutuhkan waktu sekitar 18 bulan.

Namun memecahkannya pun tak ada gunanya karena selama percakapan, kuncinya diubah berkali-kali secara acak. Semua ini dilakukan oleh pakar keamanan Rusia. Ini mungkin alasan mendasar mengapa, Kanselir Jerman Angela Merkel dengan komponen dan perangkat lunak AS-nya dapat disadap. Sementara Putin terlihat tapi tak pernah terdengar disadap.

Pakar teknologi komunikasi Kremlin mencari keamanan yang hanya bisa dibobol dengan melanggar hukum fisika. Pada 2015, 230 juta rubel atau hampir USD 3,5 juta dialokasikan untuk pengembangan sambungan komunikasi kuantum yang aman dan proyek-proyek kuantum lainnya.

Teknologi itu kini sudah ada. Informasi dalam sistem semacam itu ditransmisikan melalui foton yakni partikel dasar atau kuantum radiasi elektromagnet. Untuk mendeteksinya memerlukan perubahan statusnya. Alam menyatakan bahwa ini tidak bisa dilakukan tanpa diketahui.

Untuk menelepon Putin, permintaan panggilan telepon terlebih dahulu melewati saluran diplomatik Kementerian Luar Negeri atau Administrasi Presiden. Hanya segelintir orang yang memiliki telepon kuning khusus yang sama, seperti menteri pertahanan yang dapat menelepon secara langsung. Namun, telepon tak pernah diangkat langsung oleh Putin namun oleh sekretaris atau ajudannya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia



Close Ads