alexametrics

Ukraina Luluh Lantak, Pasukan Rusia Diserang Lemparan Batu dan Stoples

Perlawanan Warga Makin Sengit
24 Maret 2022, 10:00:52 WIB

Perang masih berlangsung dan Voznesensk belum aman. Saat ini sebagian penduduknya mulai mengungsi. Sirene tanda bahaya juga kerap meraung di kota tersebut. Hari ini tepat sebulan invasi Rusia ke Ukraina. Negara yang dipimpin Volodymyr Zelensky itu porak-poranda. Kota-kota besar mulai luluh lantak. Namun, mereka masih berusaha bertahan dari gempuran Rusia. Ia mematahkan prediksi negara-negara Barat bahwa Ukraina akan jatuh ke tangan Rusia dalam hitungan hari pascainvasi.

Kantor HAM PBB (OHCHR) melaporkan, hingga 20 Maret, total ada 925 warga sipil yang meninggal. Sebanyak 75 di antaranya adalah anak-anak. Selain itu, 1.496 orang lainnya luka-luka. Jumlah di lapangan sangat mungkin lebih banyak. Sebab, di beberapa wilayah, tim penyelamat tak bisa mengakses gedung-gedung yang hancur setelah dibom.

Salah satunya gedung teater di Mariupol yang dibom Rusia. Padahal, di dalamnya ada lebih dari seribu perempuan dan anak-anak. Hingga kini, belum ada laporan resmi berapa korban jiwa dari pengeboman tersebut. Menurut sejumlah kesaksian, jenazah tentara dan warga sipil bergeletakan di jalanan kota Mariupol. Tidak ada yang bisa dilakukan karena Rusia menggempur kota itu habis-habisan.

Berdasar data Badan Pengungsi PBB (UNHCR), lebih dari 3,6 juta warga Ukraina telah mengungsi ke negara-negara sekitar. Enam juta orang lainnya mengungsi di kota-kota dalam negeri yang dirasa masih aman.

Di pihak Rusia, jumlah korban jiwa juga sama besarnya. Awal Maret, Kementerian Pertahanan Rusia mengakui bahwa 498 tentara mereka tewas dan 1.500 lainnya luka-luka. Jumlah itu cukup besar jika menilik pengumuman diberikan 10 hari pascainvasi. Namun, Ukraina dan AS mengklaim bahwa jumlahnya 10–30 kali lipat dari data yang dirilis tersebut.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sha/c7/c18/oni

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads