alexametrics

Terlalu Sedih, Ibu Korban Penembakan di Selandia Baru Meninggal

24 Maret 2019, 09:37:12 WIB

JawaPos.com – Ibu dari seorang pria yang tewas dalam serangan teror di masjid di Christchurch, Selandia Baru meninggal dunia hanya beberapa jam setelah pemakaman anaknya. Dilansir dari Stuff, Sabtu (23/3), perempuan bernama Suad Adwan, 65, tersebut berasal dari Yordania. Ia ditemukan meninggal di sebuah rumah di timur laut kota itu pada Sabtu pagi. Putranya Kamel Darwish, 38, tewas di Masjid Al Noor di Deans Ave dalam serangan teror 15 Maret lalu.

Adwan, yang memiliki penyakit jantung, tiba di Selandia Baru pada hari Kamis bersama istri Darwish, Rana dan ketiga anak mereka, menjelang pemakaman Darwish di Makam Memorial Park di Linwood pada Jumat.

Adwan diduga terlalu stres dan sedih untuk menghadiri pemakaman putranya. Ia lalu pergi tidur dengan perut yang sakit.

penembakan masal, penembakan, masjid selandia baru, selandia baru,
Al Daher mengatakan, Brenton Tarrant yang merupakan teroris itu harus bertanggung jawab atas kematian bibinya, Adwan (Heavy)

Namun keluarganya kemudian menemukannya meninggal ketika mereka memeriksanya pada hari Sabtu pagi. “Dia tidak bangun lagi. Alasan utama kematiannya adalah kesedihan yang mendalam,” kata keponakan Adwan, Hany Al Daher.

Al Daher mengatakan, Brenton Tarrant yang merupakan teroris itu harus bertanggung jawab atas kematian bibinya, Adwan. Padahal Adwan baru-baru ini kehilangan suaminya, ia jadi sangat sedih karena kehilangan putranya juga.

“Ini sangat menyedihkan. Adwan adalah orang yang sangat menyenangkan, dan santai tapi bisa jadi begini,” ujar Al Daher.

Darwish berimigrasi ke Selandia Baru dari Yordania sekitar enam bulan lalu dan bekerja di sebuah peternakan susu di Ashburton. Kakak laki-lakinya, Zuhair, yang telah tinggal di Selandia Baru sejak 2007, telah meyakinkannya untuk pindah ke Selandia Baru karena dia yakin itu adalah tempat yang aman untuk membesarkan keluarganya.

Darwish, digambarkan sebagai orang yang jujur dan peduli. Istrinya Rana dan anak-anak mereka, usia 2, 6 dan 8, telah mengajukan permohonan visa untuk berimigrasi ke Selandia Baru. Darwish termasuk di antara beberapa warga Yordania yang tewas dalam serangan itu, yang menargetkan dua masjid dan merenggut nyawa 50 orang.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads
Terlalu Sedih, Ibu Korban Penembakan di Selandia Baru Meninggal