alexametrics

Penembakan di Sekolah Paling Parah di AS Terjadi pada 2018

24 Maret 2019, 10:24:27 WIB

JawaPos.com – Sepanjang tahun 2018 total 113 korban tewas dan terluka dalam penembakan di sekolah di Amerika Serikat. Dilansir dari BBC beberapa waktu yang lalu, pada awal 2018, Education Week, sebuah jurnal yang meliput pendidikan di AS, mulai melacak penembakan di sekolah. Mereka mencatat terdapat 23 insiden penembakan yang menyebabkan kematian atau cedera.

Bila dihitung, AS memiliki sekitar 180 hari sekolah per tahun, berarti rata-rata penembakan terjadi sekali setiap delapan hari sekolah. Gagasan di balik proyek Education Week selama setahun adalah menandai setiap penembakan. Bagaimana pun serangan penembakan tidak akan pernah tampak normal dan setiap korban harus diingat.

Asisten Redaktur Pelaksana Education Week, Lesli Maxwell mengatakan, tahun 2018 menjadi tahun dengan insiden dua penembakan di sekolah berskala besar. Di antaranya, 17 orang terbunuh di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, AS.

Sementara 10 orang terbunuh di SMA Santa Fe dekat Houston, Texas. Kedua serangan bersenjata tersebut dilakukan oleh remaja laki-laki. “Serangan ini juga menonjol karena semua pelakunya masih seorang siswa,” kata Maxwell.

Meski penembakan masal menjadi berita utama di seluruh dunia. Namun sebagian besar berlalu tanpa mendapatkan perhatian yang sungguh-sungguh. Termasuk penembakan di sebuah sekolah dasar di Virginia, ketika orangtua yang mengumpulkan anak mereka tanpa sengaja ditembak di kakinya oleh orangtua lain yang membawa senjata di sakunya.

The Center for Homeland Defense and Security memiliki ukuran yang berbeda dalam menghitung insiden senjata di sekolah, terlepas dari waktu atau apakah ada yang ditembak atau terluka.

Data sejauh ini mencatat 94 insiden penembakan di sekolah di seluruh AS. Dengan kata lain, 2018 juga telah menjadi tahun terburuk untuk kematian dan cedera, dengan 163 korban, dibandingkan dengan jumlah tertinggi sebelumnya yaitu 97 pada tahun 1986.

Data dari lima dekade penembakan di sekolah menunjukkan usia paling umum untuk seorang pelaku penemnakan adalah 16 atau 17. Pelaku penembakan biasanya laki-laki.

Penembakan biasanya terjadi akibat eskalasi perselisihan atau insiden yang terkait dengan geng. Tetapi selain mengikuti statistik penembakan di sekolah, Maxwell telah menyaksikan akibatnya.

Di sekolah-sekolah yang terkena dampak serangan semacam itu, kata Maxwell, bisa terdapat siklus emosi yang kuat dan kontradiktif. Pada awalnya, mungkin ada kebersamaan dalam komunitas. Tapi itu bisa diikuti oleh perpecahan ketika keluarga mencari jawaban atas siapa yang harus bertanggung jawab atas kehilangan mereka.

Dia mengatakan, mungkin ada kemarahan terhadap otoritas dan institusi, daripada konsensus tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Sejauh ini, belum ada kesepakatan di tingkat nasional tentang bagaimana menanggapi penembakan di sekolah. Ada seruan agar senjata tidak masuk sekolah dan yang lain meminta senjata lebih banyak digunakan untuk membela sekolah. “Selain itu, menurut kami sebagian besar guru tidak ingin dipersenjatai,” kata Maxwell.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Dinda Lisna



Close Ads
Penembakan di Sekolah Paling Parah di AS Terjadi pada 2018