alexametrics

Belajar Merespons Aksi Teror dari Selandia Baru

24 Maret 2019, 12:27:47 WIB

JawaPos.com – Tepat seminggu setelah aksi teror di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru seruan untuk Salat Jumat bersama bergema pada Jumat lalu. Bunga-bunga bertebaran di depan Masjid Al Noor, ribuan orang berkumpul di Hagley Park untuk menghormati 50 orang yang meninggal akibat diserang teroris, Brenton Tarrant.

Suara azan diperdengarkan secara nasional, melalui siaran radio dan televisi. “Dulu kamu pergi ke masjid untuk mendengar keindahan Islam. Sekarang lihat ini,” kata Omar Nabi, menunjuk lautan manusia.

Ayah Omar, Haji Daoud Nabi adalah salah satu jamaah pertama yang tewas pada hari Jumat, seminggu yang lalu. “Hari ini ayahku tersenyum padaku, dan menertawakan dia (penembak),” ujar Omar.

penembakan masal, penembakan di masjid, selandia baru, selandia baru, penembakan,
Warga Selandia Baru bersatu mendukung umat Islam menghadapi rasa sedih luar biasa akibat penembakan masal (Fional Goodall)

Seperti dilansir Stuff kemarin, Imam Gamal Fouda mengatakan, umat Muslim patah hati. “Namun kami tidak hancur. Kami hidup. Kami bersama. Kami bertekat untuk tidak membiarkan siapa pun memecah belah kami.”

Sementara itu, sorotan utama dari peristiwa ini adalah Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Perempuan berusia 38 tahun itu dulu sering dianggap tak mampu mengurus negara. Namun, semua berbeda saat ini.

Ardern dinilai mampu menjadi tokoh politik yang bisa menenangkan warga, berbelas kasih, dan kuat. Sebuah contoh bagi para pemimpin dunia lainnya tentang bagaimana merespons dalam menghadapi serangan teroris dengan jumlah korban masal.

Pakar Anti-Terorisme Australia, Jacinta Carroll dari National Security College ANU mengatakan, Ardern telah memberikan contoh kelas master dari tempat yang paling tidak mungkin di dunia.

“Kombinasi yang jarang dari kata-kata yang tepat dan tindakan yang tepat, dari seorang pemimpin sebuah negara kecil yang sampai sekarang memiliki reputasi sebagai lingkungan dengan ancaman rendah,” kata Caroll dilansir dari Stuff.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum

Belajar Merespons Aksi Teror dari Selandia Baru