alexametrics

Klarifikasi Kemenlu Soal Myanmar, Indonesia Bantah Dukung Pemilu Baru

24 Februari 2021, 05:42:33 WIB

JawaPos.com – Kedutaan Besar Indonesia di Myanmar diserbu oleh pengunjuk rasa anti-kudeta militer. Indonesia dituding mendukung kudeta militer di Myanmar.

Militer Myanmar merebut kekuasaan pada 1 Februari dengan landasan kecurangan pemilu. Partai Aung San Suu Kyi memenangkan pemungutan suara. Junta militer lantas menjanjikan pemilu baru, tapi tanpa menetapkan jadwal yang tepat. Kudeta tersebut telah memicu protes masal setiap hari selama hampir tiga minggu dan pemogokan oleh banyak pegawai pemerintah.

Dilansir dari South China Morning Post, Selasa (23/2), Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi akan berangkat ke Myanmar pada Kamis (25/2) dan menjadi utusan asing pertama yang mengunjungi negara Asia Tenggara tersebut sejak rezim militer merebut kekuasaan dalam kudeta pada 1 Februari. Sebuah laporan Reuters mengatakan dokumen pemerintah yang bocor, yang dikonfirmasi sebagai asli oleh seorang pejabat Myanmar, menunjukkan Menlu Retno akan tiba di Myanmar pada pagi hari dan terbang kembali ke Indonesia beberapa jam kemudian.

Baca juga: Jenderal Min Aung Hlaing Sebut Alasan Kudeta Militer Myanmar Dilakukan

Para pengunjuk rasa berkumpul di luar kedutaan Indonesia di Yangon di tengah seruan online yang meluas untuk Indonesia dan blok ASEAN yang beranggotakan 10 orang. Pengunjuk rasa tetap mendukung hasil pemilihan November lalu daripada mengadakan pemilihan baru. Mereka menilai Indonesia mendukung pemilu baru. Pengunjuk rasa menyerahkan surat kepada perwakilan dari kedutaan.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani




Close Ads