alexametrics

PBB Jatuhkan Sanksi Lebih Keras untuk Korut

23 Desember 2017, 19:47:40 WIB

JawaPos.com – Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi baru yang lebih keras kepada Korea Utara. Sanksi itu seiring dengan uji coba rudal balistik mereka pada 28 November lalu. Uji coba rudal itu disebut Amerika Serikat sebagai uji coba paling berbahaya.

Sanksi baru itu pun dipuji oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Lewat akun Twitter, Trump menyebutkan kalau sanksi itu membuktikan kalau dunia menginginkan perdamaian, bukan kematian.

Sebagian isi sanksi itu dirancang AS. Salah satunya mencakup langkah-langkah untuk memangkas impor bensin Korea Utara hingga 90 persen. Dan, sebagian besar anggota DK PBB, termasuk Tiongkok dan Rusia yang merupakan mitra dagang utama Pyongyang, memilih resolusi tersebut.

Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan bahwa sanksi tersebut mengirim sebuah pesan yang tidak ambigu kepada Pyongyang. ”Pelanggaran selanjutnya akan mengundang hukuman dan isolasi lebih lanjut,” kata Haley. Haley juga menggambarkan Korea Utara sebagai contoh paling tragis dari kejahatan di dunia modern.

Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson mengatakan tindakan terakhir terhadap Korea Utara adalah langkah vital untuk membatasi program senjata nuklir mereka. 

Sebenarnya, Korut sudah mendapatkan sanksi sebelumnya. Sanksi itu berasal dari PBB, Uni Eropa, dan AS. Tetapi, negeri pimpinan Kim Jong-un tidak peduli. 

Dia mengatakan bahwa masyarakat internasional telah menunjukkan bahwa mereka bersatu untuk menghukum perilaku ceroboh Korut.

Apa sebenarnya sanksi baru itu? Ada beberapa sanksi, di antaranya, pengiriman produk bensin akan dibatasi 500.000 barel per tahun dan minyak mentah dijatah empat juta barel per tahun.

Selain itu, semua warga negara Korea Utara yang bekerja di luar negeri harus pulang ke Korut dalam waktu 24 bulan setelah sanksi ditetapkan. Itu membuat sumber vital mata uang asing untuk Korut terbatas. Dan, akan ada larangan ekspor barang-barang Korea Utara, seperti mesin dan peralatan listrik.(*)

Editor : admin

Reporter : (tia/AFP/BBC/JPC)


Close Ads
PBB Jatuhkan Sanksi Lebih Keras untuk Korut