JawaPos Radar

Badai Tropis Hantam Filipina Lagi, 133 Nyawa Melayang

23/12/2017, 19:22 WIB | Editor: Dwi Shintia
Badai Tropis Tembin Filipina
SIAGA: Petugas penyelamat mengevakuasi penduduk yang terkena banjir di Davao di pulau Mindanao, Filipina selatan, Sabtu (23/12) pagi. (MANMAN DEJETO / AFP)
Share this image

JawaPos.com - Lebih dari 133 nyawa melayang saat badai tropis melanda Filipina selatan. Jumlah itu diperkirakan akan bertambah karena puluhan lainnya masih hilang.

Badai tropos Tembin tersebut membawa banjir bandang dan tanah longsor ke beberapa bagian pulau Mindanao.

Dua kota yang terpukul parah adalah Tubod dan Piagapo. Di dua kota itu sejumlah rumah terkubur batu-batu besar.

Badai Tropis Tembin Filipina
SIAGA: Petugas penyelamat mengevakuasi penduduk yang terkena banjir di Davao di pulau Mindanao, Filipina selatan, Sabtu (23/12) pagi. (MANMAN DEJETO / AFP)

Tembin, dengan angin mencapai kecepatan hingga 80 kilometer per jam kini telah melintasi Mindanao dan menuju ujung selatan Palawan sebelum bergerak lebih jauh ke barat. Filipina kerap dilewati badai tropis yang mematikan. Namun, Mindanao tidak sering dilewati.

Badai Tembin, yang dikenal sebagai Vinta di Filipina, mulai masuk Mindanao pada Jumat (22/12). Keadaan darurat pun dicanangkan di beberapa bagian, termasuk wilayah Lanao del Norte dan Lanao del Sur.

Petugas manajemen bencana yang dikutip oleh Philippine Daily Inquirer mengatakan setidaknya ada 62 korban tewas di Lanao del Norte, 46 lainnya di Zamboanga del Norte, dan setidaknya 18 di Lanao del Sur.

Petugas polisi Tubod Gerry Parami mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa setidaknya ada 19 kematian di kota tersebut, yang berada di Lanao del Norte. ”Air sungai naik dan sebagian besar rumah hanyut. Desa sudah tidak ada lagi. Semua terendam air,” katanya.

Dia menambahkan. para sukarelawan saat ini menggali lumpur untuk mencoba memulihkan jenazah di Desa Dalama. Pejabat lain mengatakan kepada AFP bahwa setidaknya 10 orang telah tewas di kota Piagapo, 10 km timur Tubod. ”Kami telah mengirim tim penyelamat. Namun usaha mereka belum membuahkan hasil karena bebatuan," kata Saripada Pacasum.

Badai ini terjadi seminggu setelah badai Tropis Kai-Tak melanda Filipina tengah dan menewaskan puluhan orang. (*)

(tia/AFP/BBC/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up