JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dikira Tabrak Binatang, Ternyata Pesawat Aeroflot Lindas Manusia

23 November 2018, 06:05:59 WIB
tabrak, pesawat, kecelakaan pesawat,
Insiden mengerikan terjadi di Bandara Internasional Sheremetyevo, Rusia, Selasa (20/11). Seorang imigran tewas setelah tubuhnya terlindas roda pesawat komersial milik maskapai Aeroflot (Tellerreport)
Share this

JawaPos.com - Insiden mengerikan terjadi di Bandara Internasional Sheremetyevo, Rusia, Selasa (20/11). Seorang imigran tewas setelah tubuhnya terlindas roda pesawat komersial milik maskapai Aeroflot. Saat pesawat tujuan Athena, Yunani, itu lepas landas, korban berada di landasan pacu. Peristiwa tersebut membuat jadwal penerbangan terganggu.

Russian Today melaporkan bahwa awalnya pilot Aeroflot menduga pesawatnya menabrak binatang. Kejadian itu dia laporkan ke menara kendali. ”Karena tidak ada kerusakan pada pesawat, pilot memutuskan untuk melanjutkan penerbangan,” ujar salah seorang petugas.

Belakangan baru diketahui bahwa yang ditabrak Aeroflot bukanlah binatang. Melainkan manusia. Jenazah pria 25 tahun itu tergeletak di landasan pacu. Kabarnya, tubuhnya terbelah. Petugas segera memanggil polisi. Korban langsung diidentifikasi.

tabrak, pesawat, kecelakaan pesawat,
Belakangan baru diketahui bahwa yang ditabrak Aeroflot bukanlah binatang. Melainkan manusia. Jenazah pria 25 tahun itu tergeletak di landasan pacu (Donegal Daily)

Pria nahas itu bernama Albert Yepremyan. Rupanya, dia baru saja dideportasi dari Spanyol. Rencananya, pria Armenia tersebut akan pulang ke kota kelahirannya di Yerevan.

Pesawat yang mengangkutnya dari Madrid transit dulu di Moskow. Tidak ada yang tahu persis bagaimana Yepremyan sampai berada di landasan pacu. Padahal, dia seharusnya menunggu penerbangan di terminal bandara.

Selama penerbangan Madrid–Moskow, Yepremyan sempat berulah. Dia ribut dengan awak pesawat. Tapi, maskapai memperlakukannya sama seperti penumpang yang lain. Dia pun tidak lantas ditelantarkan di landasan pacu.

"Bagaimana bisa dia menghadang pesawat di area yang seharusnya steril? Saya tidak habis pikir," kata seorang petinggi bandara. 

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (bil/c6/hep)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up