alexametrics

Demokrat Perkuat Kasus Pemakzulan

Retakan Republik Mulai Terlihat
23 Oktober 2019, 20:01:35 WIB

JawaPos.com – Partai Demokrat di Dewan Perwakilan AS berniat ngebut dalam mempersiapkan proses pemakzulan untuk Presiden AS Donald Trump. Namun, kini mereka harus mengubah ritme komite investigasi menjadi maraton. Sebab, bukti terhadap penyelewangan sang taipan tersebut terus menumpuk.

Pada Selasa (22/10) komite yang dipimpin Adam Schiff itu dijadwalkan bertemu dengan William Taylor dalam sidang tertutup. Pria yang lebih akrab disapa Bill Taylor itu sudah lama dinanti. Pasalnya, dialah yang paling kuat memberikan sinyal bahwa Trump melakukan praktik quid pro quo (bantuan dibalas bantuan, Red).

“Seperti yang saya bilang di telepon, menunda bantuan keamanan untuk kampanye politik itu gila,” tulis Taylor kepada Dubes AS untuk Uni Eropa Gordon Sondland dan utusan khusus untuk Ukraina Kurt Volker.

Mantan tentara yang menjadi diplomat veteran itu terlihat blak-blakan dalam teks yang dipublikasi Dewan Perwakilan AS awal bulan ini. Saat kejadian itu, Taylor diberi tugas secara mendadak untuk menjadi pelaksana tugas Dubes AS untuk Ukraina. Hal itu perlu dilakukan karena pemerintah AS tiba-tiba menarik Marie Yovanovitch dari kursi pimpinan diplomat AS di Kiev.

Namun, pria yang pernah bertugas di Israel, Afghanistan, dan Irak itu justru menemui situasi yang kompleks. Dia pun terang-terangan menyatakan tak setuju dengan langkah pemerintah yang menangguhkan bantuan untuk Ukraina. Juga terhadap sikap Trump yang enggan berbicara dengan pimpinan Ukraina.

“Yang paling buruk adalah jika mereka berbicara dan tetap tak mendapatkan bantuan. Rusia pasti senang (dan saya berhenti),” ungkapnya dalam pesan teks 8 September lalu.

Beberapa mencemooh Taylor karena meninggalkan jejak terkait isu yang sensitif. Namun, beberapa yang lain berkata sebaliknya. Justru, dengan memastikan percakapan telepon dalam teks, Taylor bisa cuci tangan dari skandal tersebut.

Dan Schiff pun dengan senang hati mendengarkan kesaksian Taylor. Dalam lima minggu penyelidikan, hampir semua saksi yang diperiksa mendukung dugaan quid pro quo oleh Trump. Beberapa lainnya juga memberikan fakta baru tentang kelakuan buruk orang nomor satu di AS tersebut.

“Hanya fakta-fakta. Jika kita menerangkan kisah yang terjadi secara sederhana, rakyat AS akan mengerti mengapa presiden harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kepala Kaukus Demokrat Dewan Perwakilan AS Hekeem Jeffries kepada New York Times.

Awalnya, Demokrat hanya ingin melakukan penyelidikan supercepat dan tertutup. Namun, rumor yang beredar menyebutkan bahwa partai keledai tersebut mempersiapkan ssidang terbuka. Tentu saja, target untuk menuntaskan investigasi sebelum Thanksgiving (28/10) tak mungkin tercapai.

Kepercayaan diri mereka bertambah berdasar hasil survei terbaru. Menurut polling, rakyat AS makin mendukung penyelidikan meski belum menyetujui adanya pemakzulan. Sikap tersebut juga tercermin dari internal Republik sendiri. Senator Republik Lindsey Graham menyatakan bakal mendukung pemakzulan jika disodorkan bukti kuat penyelewengan kekuasaan Trump.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c4/dos)



Close Ads