JawaPos Radar

Patah Hati, Pemuda Rusia Mutilasi Gadis yang Tolak Cintanya

23/10/2018, 18:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
cinta, mutilasi, pembunuhan,
Volsky harus terbang 3.900 mil dulu untuk bertemu dengan Khamrayeva yang dia kenal secara online sebelum diduga membunuh dan mencabik-cabiknya ketika Khamrayeva menolaknya (Deccan Chronicle)
Share this

JawaPos.com - Kirill Volsky pada awalnya meminta Kristina Khamrayeva untuk menikah dengannya. Sayangnya, Khamrayeva menolak. Lantas membuat hati remaja 16 tahun itu patah hati hingga tega membunuh dan memutilasi gadis tersebut dengan sadis.

Dilansir dari Daily Mirror pada Senin (22/10), Volsky harus terbang 3.900 mil dulu untuk bertemu dengan Khamrayeva yang dia kenal secara online sebelum diduga membunuh dan mencabik-cabiknya ketika Khamrayeva menolaknya.

Remaja asal Rusia tersebut membuang bagian tubuh Khamrayeva di tempat sampah dan saluran pembuangan kotoran. Awalnya, Khamrayeva dilaporkan hilang selama dua bulan setelah polisi mengangkap Volsky dan dia tidak lolos tes kebohongan.

cinta, mutilasi, pembunuhan,
Khamrayeva menolak cintanya. Lalu Volsky membunuhnya dengan pisau di sebuah flat Moskow (Steemit)

Pada Agustus, Volsky berbohong kepada ibunya, mengatakan dia terbang dari Khabarovsk ke Moskow untuk menemui gadis yang jadi temannya secara online di grup media sosial anime.

Mereka bertemu beberapa kali, tetapi Volsky merasa cemburu karena Khamrayeva tidak menghabiskan seluruh waktunya bersamanya, dan masih bergaul dengan teman-teman wanitanya. Kemudian ia mengatakan kepada Khamrayeva kalau dia ingin menikahinya dan memiliki anak setelah menyelesaikan dinas militernya.

Namun Khamrayeva menolak. Lalu Volsky membunuhnya dengan pisau di sebuah flat Moskow yang ia sewa. Kemudian dia memotong-motong tubuhnya dan membuang bagian-bagiannya di tempat sampah dan saluran pembuangan kotoran.

Pencarian untuk korban sempat dilakukan. Penyidik juga sempat menanyai Volsky yang sempat membantah melakukan kesalahan. Tapi kemudian penyidik terbang dari Moskow untuk menanyainya dengan menggunakan detektor kebohongan. Selama wawancara, dia mengaku membunuh gadis itu dan menjelaskan tempat dia telah membuang jasadnya.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up