Terpaksa Wajib Militer, Pria Rusia Menangis saat Pisah dengan Keluarga

23 September 2022, 10:52:21 WIB

JawaPos.com – Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan program mobilisasi parsial yang meminta para pria mengikuti wajib militer dan dikirim ke Ukraina. Mereka yang ikut tampak sedih dan menangis karena berpisah dengan keluarga.

Di Neryungri yang juga dikenal sebagai Yakutia, rekaman video menunjukkan puluhan pria berkumpul di Stadion Gornyak. Mereka diangkut ke bus menuju pusat perekrutan.

Anggota keluarga mengucapkan selamat tinggal sambil menangis. Kebanyakan para pria berusia berusia 30-40-an tahun.

“Otoritas sudah memberikan draf pemberitahuan kepada pekerja dari Kolmar dan Mechel (dua perusahaan pertambangan besar yang beroperasi di wilayah tersebut),” tegas para peserta. “Otoritas memberikan draf pemberitahuan sebelumnya,” tambahnya.

Sebelumnya, ribuan orang Rusia turun ke jalan memprotes kebijakan Putin tersebut. Lebih dari 1.300 orang ditahan dalam demonstrasi menentang mobilisasi militer yang diumumkan Putin. Di ibu kota Moskow, ratusan orang berkumpul dan dijaga aparat keamanan Rusia.

“Tidak ada perang!”, “Kirim Putin ke parit!”, “Biarkan anak-anak kita hidup!”. Demikian teriakan mereka.

Menurut kelompok pemantau protes OVD-Info, sebagian besar penahanan terjadi di Moskow. Setidaknya 530 orang ditangkap oleh polisi. Sementara di St. Petersburg sebanyak 478 orang ditahan.

Petugas polisi dilaporkan mulai memberikan draf pemberitahuan kepada orang-orang yang mereka tahan saat protes. Di antara mereka adalah Artem Krieger, seorang reporter muda untuk outlet berita Sota Vision. Dia sebenarnya tengah melakukan peliputan, namun tetap ikut ditahan.

“Semua laki-laki diberi draf pemberitahuan,” kata Krieger saat wawancara dengan TV Rain dari belakang mobil polisi.

“Mereka yang dikirim termasuk orang-orang yang tidak pernah bertugas di ketentaraan, yang sekarang diminta untuk tampil di pusat perekrutan,” tutupnya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini: