JawaPos Radar

Terpisah 7 Dekade, Ibu dan Anak di Korea Hanya Bertemu 3 Hari

23/08/2018, 14:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
reuni keluarga korea
Reuni keluarga Korea yang hanya berlangsung tiga hari (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Selama tujuh dekade, para keluarga dan kerabat yang terpisah akibat Perang Korea akhirnya bertemu di Pyongyang. Perang yang berjalan selama tiga tahun telah memisahkan banyak orang dari keluarga mereka dan akhirnya dapat bertemu kembali setelah puluhan tahun menanti.

Sebagian besar orang telah meninggal dunia pascaperang, namun nyatanya sebanyak 60 ribu warga Korea Selatan (Korsel) berbondong-bondong untuk mendaftar reuni untuk bertemu keluarga mereka pada Rabu, (22/8), di Pyongyang. Pertemuan tersebut bahkan akan menjadi pertemuan pertama dan terakhir bagi para lansia.

Seperti diketahui, pihak terkait memprioritaskan para lansia berusia lebih dari 80 untuk mengkuti reuni selama tiga hari tersebut. Mereka dipersilahkan untuk saling melepas rindu dalam waktu yang sangat terbatas setelahnya mereka mungkin tidak akan bertemu lagi.

Suasana haru tentunya tampak semakin lekat ketika pengumuman pengeras suara mengumumkan bahwa reuni telah selesai. Lalu mereka mulai meninggalkan resor di Gunung Kumgang yang menjadi tempat reuni selama tiga hari.

Seorang nenek berusia 99 tahun asal Korsel Han Shin Ja bahkan tak rela harus berpisah kembali dengan kedua puterinya, ia tetap memeluk keduanya yang sudah berusia 70 tahunan sambil menangis.

"Ibu, ibu!", panggil keduanya saat ibu mereka harus pergi lagi. Han kemudian menjadi orang Korsel yang terakhir keluar dari resor, banyak dari mereka tetap dalam posisi bingung sambil menangis.

Pertemuan tersebut terasa sangat emosional, setelah tujuh dekade berpisah dan tak bertatap muka mungkin sekali rasanya bagi mereka bahwa hari itu terasa seperti mimpi. Mereka saling menatap penuh haru, seorang kakek Lee Ki Soon yang berusia 91 tahun bahkan merangkul kuat puteranya, "Saya tidak palsu, kamu punya ayah," katanya dengan senyum lebar seperti dilansir Channel News Asia.

Pertemuan-pertemuan yang sangat emosional melambangkan rasa sakit dari pembagian semenanjung Korea. Perang kedua Korea memang telah berakhir dengan genjatan senjata dan membagi Semenanjung Korea menjadi Selatan dan Utara. Namun hingga kini secara teknis dua Korea masih berperang karena masih melarang para warga pulang ke rumah masing-masing.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up