JawaPos Radar

Hindari Wajib Militer, Penulis Crazy Rich Asians Terancam Dibui

23/08/2018, 19:06 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
crazy rich asians,
Penulis novel Crazy Rich Asians ternyata sedang dicari negara asalnya karena tak mau ikut wajib militer di Singapura (Radii China)
Share this image

JawaPos.com - Beberapa hari terakhir film Crazy Rich Asians yang digarap dari novel yang sama karya penulis asal Singapura Kevin Kwan sedang hangat-hangatnya jadi perbincangan. Crazy Rich Asians bahkan jadi box office dan masuk daftar film wajib ditonton bulan ini, namun sayang ternyata dibalik suksesnya sang penulis ternyata sedang dicari negara asalnya karena tak mau ikut wajib militer.

Menurut Kementerian Pertahanan Singapura, Kwan dicari karena telah tak mau mengikuti wajib militer. Ia bahkan bisa mendapat hukuman tiga tahun penjara jika terus menerus menghindar wajib militer Singapura.

Semua laki-laki berkewarganeraan Singapura harus menjalani wajib militer setelah menginjak usia 18 tahun selama dua tahun. "Kevin Kwan gagal ikut wajib militer pada 1990-an. Meskipun pemberitahuan dan surat sudah dikirim ke alamatnya di luar negeri, ia juga tinggal di luar negeri over stay," kata pernyataan Kementerian Pertahanan Singapura.

crazy rich asians,
Semua laki-laki berkewarganeraan Singapura harus menjalani wajib militer setelah menginjak usia 18 tahun di Singapura (Yandex Ru)


Menurut pernyataan itu, Kwan telah meninggalkan Singapura dan kewarganegaraannya. Ia juga menolak untuk melakukan wajib militer pada 1994. Ia dikenai denda senilai USD 10 ribu atau kurungan penjara selama tiga tahun.

Seperti dilansir CNN, kecurigaan Kwan menghindari Singapura nampak ketika seluruh pemain film yang sebagian besar adalah orang Singapura hadir di red carpet. Namun Kwan tak mau datang. Hingga kini humas Kwan belum menanggapi permintaan untuk berkomentar.

Semua warga Singapura laki-laki harus menyelesaikan wajib militer seperti Pasukan Bersenjata Singapura, Pasukan Pertahanan Sipil, atau polisi.

Menurut Straits Times Singapura, keluarga Kwan pindah ke Texas ketika ia berusia 11 tahun sehinggan Kwan enggan ikut wajib militer. Itu kemudian menimbulkan ancaman bagi Kwan jika kembali ke Singapura karena masih melalaikan salah satu kewajiban negara.

Pemerintah Singapura tidak tinggal diam, sejak diberlakukan lebih keras peraturan yang ketat pada 2017 Agustus lalu Kementerian Pertahanan Singapura bahkan menolak pesepakbola Ben Davies bermain sepakbola untuk tim profesional Inggris Fulham karena belum melaksanakan wajib militer.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up