JawaPos Radar

Facebook Hapus 650 Akun Terkait Iran

23/08/2018, 04:15 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Facebook
Facebook telah menghapus lebih dari 650 akun yang terkait dengan Iran (Reuters)
Share this image

JawaPos.com - Facebook telah menghapus lebih dari 650 akun yang terkait dengan Iran. Selain Facebook, Twitter juga melakukan hal serupa, yakni menghapus 284 akun yang sebagian berasal dari Iran.

"Kami telah menghapus 652 laman, grup, dan akun untuk perilaku tidak resmi terkoordinasi yang berasal dari Iran dan menargetkan orang-orang di berbagai layanan internet di Timur Tengah, Amerika Latin, Inggris, dan AS," kata sebuah siaran Facebook pada Selasa, (21/8).

Selain menghapus laman dan akun yang terkait dengan Iran, Facebook juga telah mengumumkan telah menghapus laman, akun hingga grup di Facebook yang terindikasi terkait dengan intelijen Rusia.

Facebook
Selain menghapus laman dan akun yang terkait dengan Iran, Facebook juga telah mengumumkan telah menghapus laman, akun hingga grup di Facebook yang terindikasi terkait dengan intelijen Rusia (Reuters)

"Akhirnya, kami telah menghapus laman, grup, dan akun yang dapat ditautkan ke sumber yang sebelumnya dikenali pemerintah AS sebagai layanan intelijen militer Rusia. Ini tidak terkait dengan aktivitas yang kami temukan di Iran," ungkap Facebook seperti dilansir Sputnik.

"Bekerja dengan rekan-rekan industri kami hari ini, kami telah menangguhkan 284 akun dari Twitter karena terlibat dalam manipulasi terkoordinasi. Berdasarkan analisis kami yang ada, tampaknya banyak dari akun-akun ini berasal dari Iran," kata rilis tersebut.

Menurut AFP, Facebook dan Twitter melakukan penangguhan bahkan penghapusan terhadap laman dan akun karena intelijen Amerika Serikat (AS) telah mengungkapkan operator Rusia terlibat menggunakan Facebook sebagai salah satu platform untuk mempengaruhi kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS. Namun Moskow selalu menolak tuduhan tersebut.

Menjelang pemilihan legislatif November di Amerika Serikat, pihak berwenang mengindikasikan terdapat campur tangan Rusia yang terus berlanjut. "Kami melarang perilaku semacam ini karena kami ingin orang-orang mempercayai koneksi yang mereka buat di Facebook," kata Facebook seperti dilansir AFP pada Rabu, (22/8).

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up