JawaPos Radar

Anak 11 Tahun Jadi Pelaku Serangan Bom Bunuh Diri di Chechnya

23/08/2018, 16:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
isis
Ilustrasi ISIS dan anak-anaknya (Daily Mail)
Share this

JawaPos.com - ISIS merilis sebuah video berisi klaim seorang pelaku serangan bunuh diri di sebuah markas polisi, di Chechnya. Tidak lazim, pelaku tersebut adalah bocah berusia 11 tahun.

Video yang dirilis oleh media ISIS bernama Amaq, memperlihatkan empat orang pelaku anak-anak sebagai pelaku serangan. Tiga orang anak sedang memegang sebilah pisau besar, anak yang paling kecil membawa pisau denga bendera ISIS.

Anak-anak itu menggunakan bahasa Rusia bersumpah setia kepada pemimpin ISIS Abu Bakr Al Baghdadi. Keaslian video dan identitas para bocah di dalamnya belum dapat diverifikasi.

isis
Ancaman ISIS masih ada di berbagai negara (Reuters)

Namun, usia anak-anak di dalam video itu tampaknya sesuai dengan pernyataan aparat setempat yang mengatakan pelaku serangan adalah anak-anak dengan usia paling muda 11 tahun. Serangan pisau dan bom bunuh diri ini terjadi pada Senin, (20/8). Serangan terjadi di sebuah kantor polisi di Kota Shali, Chechnya.

Dua petugas terluka, tetapi empat penyerang tewas ditembak polisi dan penyerang kelima kini dirawat di rumah sakit. Pelaku serangan ini sebenarnya bisa meledakkan bom yang dibawanya tetapi nyawa bocah itu bisa diselamatkan.

Republik Chechnya yang mayoritas penduduknya beragama Islam terus menerus didera kekerasan sejak dua perang brutal ketiga negeri itu berusaha melepaskan diri dari Rusia pada 1991.

Chechnya kini dipimpin Ramzan Kadyrov yang pro-Kremlin, ia sedang berkunjung ke Arab Saudi saat serangan terjadi. "Propaganda ekstremis terhadap para pemuda ini menjadi biang serangan," ujar Kadyrov.

Kadyrov menambahkan, serangan itu dilakukan untuk membuat warga Chechnya yang memperingati hari Idul Adha ketakutan.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up