JawaPos Radar

Wow, Bocah 11 tahun Ini Lulus Sarjana di AS

23/07/2018, 13:23 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Wow, Bocah 11 tahun Ini Lulus Sarjana di AS
Musim gugur ini, Maillis diharapkan mulai mengambil kelas di University of South Florida, langkah lain menuju mimpinya menjadi astrofisikawan (Jorja Roman via Baynews9)
Share this

JawaPos.com - Sementara anak-anak lain seusianya sedang bersiap untuk memasuki SMP, William Maillis yang berusia 11 tahun justru telah lulus dari St Petersburg College di Florida dengan gelar Associate in Arts Degree. Seperti dilansir dari Inquisitr pada Senin (23/7), gelar yang diperoleh Maillis menjadikannya salah satu sarjana termuda AS.

Musim gugur ini, Maillis diharapkan mulai mengambil kelas di University of South Florida, sebagai langkah menuju mimpinya menjadi astrofisikawan. “Saya ingin membuktikan kepada dunia bahwa Tuhan ada melalui sains,” kata Maillis dengan wajah berseri-seri.

Mailis mengaku sangat mengagumi ayahnya yang merupakan seorang imam Ortodoks. Ia juga memiliki ambisi yang tinggi. Ia ingin mendamaikan sains dengan religi.

Wow, Bocah 11 tahun Ini Lulus Sarjana di AS
Anak-anak lain seusia Mailis masih SD (Jawapos)

Hal yang dicapai oleh Maillis bukanlah prestasi kecil. Presiden St Petersburg College Dr Tonjua Williams mengatakan, Maillis memiliki pikiran yang sangat tajam dan dia tidak pernah menolak ide tanpa meninjau ulang mereka dengan benar.

“Saya benar-benar terpesona oleh William dan pekerjaan yang telah dia lakukan. Dia sangat brilian, sangat terbuka, dan kolaboratif," ujarnya.

Kelulusan anak ajaib mungkin tampak mengejutkan bagi sebagian besar dari kita, tetapi keluarga dan teman-temannya selalu tahu bahwa Maillis adalah seorang anak yang istimewa. Pada usia dua tahun, dia bisa memecahkan soal matematika sederhana, dan ketika dia berusia empat tahun, Maillis bisa memecahkan aljabar.

Dia lulus sekolah pada usia sembilan tahun. Dua tahun kemudian lulus kuliah. Tetapi tidak peduli seberapa cemerlang prestasinya, bocah 11 tahun itu tidak akan terbawa suasana.

Dia mengatakan, ia tidak merasa istimewa karena setiap dari kita memiliki sesuatu yang istimewa untuk dibanggakan. “Setiap orang memiliki karunia dari Tuhan. Saya berbakat dengan pemahaman sains dan sejarah," Mailis.

(ina/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up