alexametrics

Kegerahan, Perawat di Rusia Hanya Kenakan Bikini di Balik APD

23 Mei 2020, 17:32:10 WIB

JawaPos.com – Tim medis merupakan garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19. Mereka bekerja tak kenal lelah demi menyelamatkan pasien virus Korona. Soal tim medis yang sedang berjibaku di garis depan, banyak kisah yang unik. Salah satunya yang tengah viral adalah perawat di salah satu RS di Rusia. Perawat tersebut mendadak populer karena fotonya saat tengah merawat pasien Covid-19 terbilang mengagetkan.

Entah sadar atau tidak, pakaian APD yang dia kenakan ternyata menerawang alias agak tembus pandang. Mengejutkannya, perawat tersebut hanya mengenakan bikini di balik APD. Artinya, dia tak mengenakan seragam atau baju perawat seperti biasa sebelum mengenakan APD.

Usut punya usut, perawat yang diketahui bernama Nadia itu melakukan hal tersebut karena merasa kegerahan. Oleh karena itu, dia sengaja hanya mengenakan bikini atau pakaian dalam sebelum mengenakan APD. Maklum saja, pakaian APD memang rapat sehingga wajar jika kegerahan. Namun, Nadia ternyata tidak sadar bahwa APD tersebut transparan. Tak pelak, fotonya menjadi sorotan.

Seperti dilansir GlobalNews, Nadia bekerja di Rumah Sakit Klinik Regional Tula. Sebagai petugas layanan kesehatan di bangsal pasien Coronavirus, dia diharuskan memakai APD sepanjang shift.

Foto-foto wanita itu dengan cepat menjadi viral di saluran media sosial Rusia dan internasional. Banyak netizen menganggapnya sebagai lelucon tentang sikapnya di samping tempat tidur sembari mengurus pasien. Namun, beberapa profesional medis mengatakan foto itu sebagai bukti bahwa Rusia harus berbuat lebih banyak untuk melengkapi petugas medis dengan APD yang tepat sehingga mereka tidak kepanasan saat bekerja.

“Coba bungkus tubuh Anda dengan kantong sampah, buat lubang untuk kepala, bungkus dengan selotip dan Anda akan merasakan apa itu pakaian pelindung,” tulis seorang kritikus dalam menanggapi kisah perawat di Rusia tersebut.

Dia menambahkan bahwa petugas kesehatan setidaknya harus diberi sesuatu yang tidak transparan. Anastasia Vasilyeva, kepala Aliansi Dokter dan seorang kritikus blak-blakan terhadap respons Coronavirus di Rusia mengatakan perawat itu seharusnya diberi APD berkualitas untuk pekerjaannya.

“Anda dapat melihat dalam gambar dia mengenakan semacam jas plastik,” kata Vasilyeva kepada outlet berita Daily Storm. “Setelan APD tidak boleh transparan dan harus terbuat dari bahan yang sama sekali berbeda,” ungkapnya.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Rusia mengatakan pihaknya menegur perawat itu karena melanggar pedoman. “Karyawan diingatkan tentang perlunya mematuhi persyaratan untuk pakaian dan penampilan sanitasi,” beber pihak Kementerian.

Salah satu rekan perawat yang bernama Komsomolskaya Pravda mengatakan, Nadia sempat tertekan setelah fotonya viral. Namun, dia menegaskan bahwa Nadia masih terus bekerja untuk menangani pasien Covid-19 di Rusia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads