alexametrics

Di Tengah Pandemi Covid-19, Masyarakat Malaysia juga Tetap Ingin Mudik

23 Mei 2020, 00:11:08 WIB

JawaPos.com – Sama seperti di Indonesia, kekhawatiran terkait penyebaran Covid-19 juga telah dikesampingkan oleh ribuan orang di Malaysia. Masyarakat di sana juga berharap untuk bisa merayakan Idul Fitri dengan keluarga di kampung halaman. Ribuan orang di Malaysia berusaha untuk menghindari larangan keras otoritas terkait dengan melakukan perjalanan mudik Lebaran ke kampung halaman.

Pemerintah memberlakukan larangan mudik setelah ribuan warga Malaysia datang ke kantor polisi dengan harapan mendapatkan dispensasi khusus untuk melewati batas negara. Menteri Senior Ismail Sabri Yaakob mengatakan larangan itu diterbitkan untuk mencegah penyebaran virus Korona ke daerah yang sebelumnya tidak terinfeksi, terutama di daerah pedesaan.

Hanya saja, ribuan orang Malaysia mengabaikan larangan itu dan berusaha untuk melakukan perjalanan ke daerah asal mereka untuk merayakan Lebaran. Toh, polisi bertindak tegas. Sebanyak 5.000 mobil dilaporkan berputar arah atas imbauan polisi yang mencegah perjalanan mereka lebih jauh lagi.

Pemerintah telah memperingatkan bakal menjatuhkan denda langsung bagi para pelanggar. Namun, jumlah denda belum diungkapkan secara detail.

Periode libur resmi Idul Fitri di Malaysia dimulai pada Sabtu (23/5). Berlangsung hingga Senin (25/6). Namun, sudah biasa bagi orang Malaysia untuk merayakan selama seminggu atau bahkan dua minggu.

Ismail menambahkan beberapa orang telah kedapatan mencoba menggunakan jalan belakang atau jalan tikus agar tetap bisa melakukan perjalanan mudik Lebaran. Sama juga seperti di Indonesia, beribu cara dilakukan termasuk menggunakan mobil pengangkut dengan modus mengangkut barang-barang dan bersembunyi di dalamnya.

“Polisi masih bisa menemukan. Itu tidak berarti calon pemudik bisa lolos begitu saja. Kami mungkin masih bisa membawa calon pemudik dalam perjalanan kembali ke Kuala Lumpur,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi dan dikutip JawaPos.com dari SCMP, Jumat (22/5).

Perayaan Idul Fitri di Malaysia secara tradisional ditandai dengan eksodus massal orang-orang dari ibu kota Kuala Lumpur dan mengelilingi Selangor, jantung ekonomi negara ke daerah pedesaan di negara itu.

Kemacetan lalu lintas juga biasa terjadi pada momen tersebut. Otoritas terkait biasanya melakukan rekayasa jam dan arus lalulintas untuk mengendalikan kemacetan.

Namun, dengan masih berada di bawah status lockdown untuk menahan penyebaran virus Korona, Idul Fitri tahun ini kemungkinan akan jauh lebih tenang. Pemerintah telah mengatakan bahwa bahkan perayaan keluarga jika diadakan harus tetap skala kecil.

“Sementara pembatasan tertentu mungkin telah dicabut, kami mendesak semua orang untuk merayakan Lebaran hanya dengan anggota keluarga sendiri,” sebut Ismail mengingatkan.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads