alexametrics

Dubes AS di Israel Berfoto di Depan Poster Al Aqsa yang Dihilangkan

23 Mei 2018, 15:05:12 WIB

JawaPos.com – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Israel David Friedman menunjukkan sebuah poster yang sudah didesain sedemikian rupa yang menunjukkan Bait Suci Yahudi Ketiga menggantikan Masjid Al Aqsa. Kedutaan AS di Yerusalem mengatakan, Friedman tidak mengetahui secara detail gambar poster ketika dia difoto.

“Kebijakan AS sangatlah jelas, kami mendukung status quo Haram Al Sharif atau Al Aqsa,” kata Kedutaan AS dalam sebuah pernyataan dilansir dari Middle East Eye, Rabu (23/5).

Foto itu diambil saat kunjungan Friedman ke Kota Bnei Brak di Israel dekat Tel Aviv yang diselenggarakan oleh Achiya. Achiya adalah sebuah LSM yang membantu siswa dengan ketidakmampuan belajar. Achiya meminta maaf atas insiden poster itu.

Dubes AS di Israel Berfoto di Depan Poster Al Aqsa yang Dihilangkan
AS nekat membuka kedutaannya di Yerusalem (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Aktivis Israel telah lama menyerukan penghancuran Masjid Al Aqsa dan Dome of Rock untuk memberi ruang bagi pembangunan kembali Bait Suci Yahudi Ketiga. Oren Hazan, anggota Knesset pernah berjanji akan menghancurkan Al Aqsa.

“Saat ini saya belum akan mengatakan bagaimana saya melakukannya (menghancurkan Al Aqsa), tetapi saya akan mengatakan dengan jelas dan lantang bahwa saat ada kesempatan saya akan melakukannya,” ujar Hazan pada tahun 2016.

Friedman, mantan pengacara untuk Organisasi Trump, mendukung perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat. Dia telah berulang kali membuat pernyataan provokatif yang mendukung Israel, bahkan pernah membandingkan kelompok Yahudi Amerika liberal, J Street, dengan para kolaborator Nazi.

Dalam kolom yang diterbitkan Fox News pada Minggu pekan lalu, Friedman menuduh media liberal AS berpihak pada Hamas untuk merusak momen yang menggembirakan, yaitu pemindahan Kedutaan AS ke Yerusalem. Padahal langkah itu dikutuk secara internasional dan ditolak oleh Majelis Umum PBB karena melanggar status Yerusalem.

Mengomentari kematian puluhan pengunjuk rasa Palestina yang tidak bersenjata, termasuk anak-anak dan petugas medis yang ditembak oleh pasukan Israel di Gaza, Friedman mengatakan, justru Hamas yang harus disalahkan. “Sekitar 60 warga Gaza, mayoritas di antaranya dikenal sebagai teroris Hamas, sudi kehilangan nyawa karena Hamas membuat mereka menjadi pengebom bunuh diri. Mereka bukan pahlawan,” katanya.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/iml/JPC)



Close Ads
Dubes AS di Israel Berfoto di Depan Poster Al Aqsa yang Dihilangkan