alexametrics

Buntut Mesin Meledak, Ratusan Pesawat Boeing 777 Dikandangkan

23 Februari 2021, 19:03:28 WIB

JawaPos.com – Buntut insiden meledaknya mesin pesawat Boeing 777/200 dalam penerbangan tujuan Honolulu berlanjut. Senin (22/2) Boeing menyatakan, pesawat dengan tipe mesin yang sama bakal di-grounded atau dikandangkan. Ini kali kedua produk raksasa aviasi asal Amerika Serikat itu dilarang mengudara.

Jubir Boeing sudah memastikan bahwa 128 pesawat 777 akan disimpan di hanggar sampai penyelidikan membuahkan hasil. Pesawat tersebut adalah tipe 777/200 yang diperkuat mesin besutan dari Pratt & Whitney.

’’Saya sudah mengonfirmasi maskapai dengan produk tersebut. Semua sudah dikandangkan,’’ ungkapnya kepada Agence France-Presse.

Tidak semua pesawat tipe 777 menggunakan dapur pacu PW4000 itu. Selain United Airlines, yang mengalami kerusakan Sabtu (20/2), ada tiga maskapai yang menggunakan spesifikasi serupa. Yakni, maskapai ANA dan JAL dari Jepang serta Asiana Airlines dari Korsel.

Baca juga: Kesaksian Penumpang United Airlines, Lihat Mesin Pesawat Terbakar

Pejabat Federal Aviation Authority (FAA) Steve Dickson mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan tim lapangan untuk segera menyelidiki penyebab meledaknya mesin tersebut. Dia curiga bahwa baling-baling hollow berkaitan dengan insiden itu. ’’Teknologi tersebut benar-benar eksklusif untuk pesawat Boeing 777,’’ ungkapnya.

Penyelidikan tersebut muncul karena ada mesin yang jatuh dari pesawat United Airlines akhir pekan lalu. Saat berada di atas negara bagian Colorado, mesin meledak dan jatuh. Beruntung, 231 dan 10 kru di dalam pesawat selamat. Pesawat juga berhasil mendarat di Bandara Denver.

Sebelum itu, ada laporan kerusakan lain. Pesawat JAL terpaksa kembali ke Bandara Naha, Okinawa, karena malfungsi mesin kiri pesawat Boeing 777. Pada 2018, mesin pesawat United Airlines rusak beberapa saat sebelum tiba di bandara kota tujuan Honolulu.

Peristiwa itu sudah kali kedua dialami Boeing. Sebelumnya, armada 737 Max dihukum di berbagai belahan dunia pada 2019 setelah terlibat dalam dua kecelakaan penerbangan di Indonesia dan Ethiopia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c7/bay)




Close Ads