alexametrics

Virus 2019-nCoV Bisa Bermutasi dan Menyebar, Wuhan Seperti Diisolasi

23 Januari 2020, 11:20:52 WIB

JawaPos.com – ”Jika tidak penting, jangan datang ke Wuhan.” Peringatan itu dilontarkan Wali Kota Wuhan Zhou Xianwang. Kota yang menjadi pusat persebaran 2019-novel coronavirus (2019-nCoV) itu memang kian tidak aman lagi. Rabu (22/1) pemerintah Tiongkok memastikan bahwa 2019-nCoV sangat berpeluang untuk bermutasi dan menyebar.

Saat ini lebih dari 440 orang positif tertular di Tiongkok. Sembilan di antaranya meninggal dunia. Sebanyak 1.394 orang yang kontak dengan pasien saat ini masih diawasi. Tidak dijelaskan dengan detail mutasi yang bisa dilakukan oleh 2019-nCoV tersebut.

”Penyakit itu sebagian besar menular melalui sistem pernapasan,” tegas Wakil Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok Li Bin dalam konferensi pers di Beijing seperti dikutip Agence France-Presse.

Li menegaskan bahwa pemerintah mengklasifikasikan wabah 2019-nCoV seperti SARS. Karena itu, mereka yang positif tertular akan diisolasi. Karantina juga akan dilakukan untuk mencegah penularan yang meluas. Li belum bisa memastikan sumber dari virus tersebut.

”Kami akan meningkatkan penelitian untuk mengidentifikasi sumber dan penularan penyakit itu,” terangnya.

Pernyataan tersebut berbeda dengan paparan Direktur Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Tiongkok Gao Fu. Dia menjelaskan bahwa sumber penyakit tersebut diperkirakan berasal dari hewan liar yang dijual secara ilegal di Huanan Seafood Market, Wuhan. Pasar tersebut menjual daging anak serigala, rubah, buaya, tikus, ular, musang, unta, dan berbagai hewan lainnya.

CEK PANAS: Paramedir dengan pakaian hazmat memeriksa suhu tubuh penumpang dari Wuhan di Bandara Beijing, Rabu (22/1) (AP Photo Emily Wang)

Jika itu benar, Tiongkok kecolongan dua kali. Wabah severe acute respiratory syndrome (SARS) yang melanda negara tersebut pada 2002–2003 juga dihubungkan dengan kebiasaan penduduk Tiongkok yang gemar mengonsumsi daging musang.

”Kami sudah tahu bahwa penyakit ini berasal dari pasar yang menjual binatang liar secara ilegal. Jelas virus ini bisa beradaptasi dan bermutasi,” tegas Gao.

Mencegah virus tersebut agar tak keluar dari Wuhan sangatlah sulit. Sebab, kota itu adalah pusat transportasi. Hampir semua transportasi di Tiongkok melewati Wuhan. Karena itu, pemerintah melakukan sterilisasi di berbagai bandara, terminal bus, dalam pesawat, dan kereta api.

Banyak acara besar yang dibatalkan di Wuhan. Termasuk rombongan opera yang rencananya menghibur penduduk selama libur Imlek. Pertandingan kualifikasi sepak bola perempuan untuk Tokyo Olympic Games yang seharusnya berlangsung di kota berpenduduk 11 juta orang tersebut juga dipindahkan. Warga Wuhan diminta untuk tidak pergi ke luar kota.

Jejak Penyebaran 2019-nCov
31 Desember: Tiongkok memperingatkan WHO tentang wabah semacam pneumonia di Wuhan.
1 Januari: Pasar ikan di Wuhan yang menjadi pusat penyebaran virus ditutup. Pasar ini juga menjual binatang liar seperti serigala, musang, ular, dan tikus.
9 Januari: WHO menyatakan bahwa infeksi di Wuhan disebabkan coronavirus jenis baru.
11 Januari: Korban tewas pertama virus 2019-nCov.
13 Januari: Virus 2019-nCov menyebar ke luar Tiongkok. Satu pasien terdeteksi di Thailand.
16 Januari: Jepang menyatakan ada satu pasien yang positif tertular.
17 Januari: Pasien di Wuhan meninggal dan menjadi korban kedua.
20 Januari: Jumlah pasien naik hingga 200 orang di Tiongkok. Virus menyebar hingga Beijing, Shenzhen, dan Shanghai. Tiongkok memastikan bahwa virus bisa menular dari manusia ke manusia. Korban tewas mencapai tiga orang.
21 Januari: Kasus penularan pertama di AS.
22 Januari: Korban tewas mencapai sembilan orang dari sekitar 440 kasus di Tiongkok saja.

Pasien yang Positif Tertular 2019-nCov
Tiongkok : 440 kasus, 9 tewas
Thailand : 3 kasus
AS : 1 kasus
Korsel : 1 kasus
Jepang : 1 kasus

Langkah Pencegahan
– Hampir semua bandara di dunia menggunakan sensor suhu tubuh untuk mengecek penumpang yang baru datang dari Tiongkok.
– Tiongkok mengimbau penduduk tidak keluar atau masuk ke Wuhan. Semua acara yang tidak penting di Wuhan dibatalkan.
– Korut melarang turis asing masuk negaranya.
– Semua warga Wuhan yang masuk Hongkong harus membuat surat pernyataan sedang sakit atau sehat. Jika terbukti bohong, mereka bisa dipenjara.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/dos)



Close Ads