alexametrics

Dituding Promosikan Homoseksualitas, Wartawan Mesir Dihukum Penjara

23 Januari 2019, 15:47:04 WIB

JawaPos.com – Pengadilan di Mesir menjatuhkan hukuman penjara 12 bulan kepada seorang wartawan TV karena dituding mempromosikan homoseksualitas. Wartawan yang bernama Mohammed Al Gheiti diketahui mewawancarai seorang lelaki gay.

Dilansir dari CNN, Al Gheiti juga dituduh menghina agama setelah mengundang tamu itu ke acaranya. Dia juga didenda 3.000 Pound Mesir dan diawasi selama satu tahun setelah menyelesaikan masa tahanannya. Putusan dijatuhkan oleh pengadilan kejahatan ringan di Giza.

“Hukuman dapat ditangguhkan sambil menunggu hasil banding jika Al Gheiti membayar 1.000 Pound Mesir dengan jaminan,” kata pengacara Al Gheiti, Samir Sabri dilansir dari AFP.

wartawan, wartawan mesir, LGBT, gay,
Hukuman dapat ditangguhkan sambil menunggu hasil banding jika Al Gheiti membayar 1.000 Pound Mesir dengan jaminan (The Open University)

Padahal selama ini Al Gheiti telah berbicara untuk menentang homoseksualitas pada beberapa kesempatan. Pada saat itu, dia mewawancarai lelaki gay itu dalam acara ‘Wake Up’ di LTC TV.

Dengan wajahnya yang diblur agar tak dikenali pria gay itu saat diwawancara memberitahu Al-Gheiti tentang homoseksualitas, hidupnya sebagai pekerja seks, dan hubungannya dengan pria lain.

Dalam episode ini, juga menampilkan Mustafa Mekki, seorang jurnalis yang mengatakan dia menyamar sebagai pria gay di aplikasi kencan Grindr untuk belajar lebih banyak tentang komunitas gay Mesir. Tamu anonim itu adalah salah satu orang yang bertemu Mekki via aplikasi Grindr tersebut.

“Banyak orang yang saya temui melalui aplikasi tidak senang dengan apa yang mereka lakukan dan ingin mengubah situasi mereka,” kata Mekki kepada Al Gheiti. “Aku bahkan bertemu dengan anak berumur 14 tahun.”

Selama ini, homoseksualitas tidak disebutkan dalam hukum pidana Mesir, dan secara teknis itu tidak ilegal. Kenyataannya, anggota komunitas LGBT sering ditangkap dan didakwa dengan tududuhan melakukan tindakan pornografi, pelacuran, atau pesta pora.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads
Dituding Promosikan Homoseksualitas, Wartawan Mesir Dihukum Penjara