Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Februari 2022, 03.13 WIB

Indonesia Punya Peran Penting Ini dalam Perang Rusia-Ukraina

ASAP PERTEMPURAN: Asap hitam membubung dari bandara di Chuhuiv, Ukraina, kemarin (AFP) - Image

ASAP PERTEMPURAN: Asap hitam membubung dari bandara di Chuhuiv, Ukraina, kemarin (AFP)

JawaPos.com–Dalam perang Rusia dan Ukraina, Indonesia memiliki 2 peran penting yang harusnya segera dilakukan. Bukan bantuan atau diplomasi, melainkan menentukan sikap.

Radityo Dharmaputra, Doctoral Student di Johan Skytte Institute of Political Studies, Tartu University, Estonia, mengatakan bahwa Indonesia seharusnya segera mengambil sikap. Baik memberikan kecaman keras atau hanya kecaman biasa.

”Indonesia harus mengambil sikap. Baik mengutuk perang negara, atau mengencam apa yang telah duilakukan Rusia,” kata Ari, sapaan akrab Radityo Dharmaputra ketika dihubungi pada Jumat (25/2).

Radityo Dharmaputra yang juga Dosen Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) itu menyebut, ada beberapa pihak yang menuntut Indonesia memberi bantuan. Padahal, bukan bantuan yang seharusnya diberikan Indonesia.

”Seharusnya Indonesia mengambil sikap lebih dulu. Misalnya dengan mengutuk perang antarnegara. Misalnya, speak up dan memberikan kecaman,” ujar Radityo Dharmaputra.

Bila kecaman atau tindakan tegas tidak diambil Indonesia, Ari khawatir hal itu akan memberikan dampak jangka panjang. Misalnya, Indonesia tidak memiliki prinsip soal serangan antarnegara.

”Jadi memang ada beberapa hal yang bisa dilakukan Indonesia dalam konflik ini. Yang pertama adalah memberi kutukan keras. Kemudian yang kedua adalah membawa PBB dan ASEAN untuk memberikan pernyataan bersama. Juga memberikan bahwa ada prinsip yang sama dalam merespons serangan antarnegara,” papar Radityo Dharmaputra.

Meski demikian, Ari menyebut, terdapat beberapa dampak bagi Indonesia atas Perang Rusia dan Ukraina. Yang pertama adalah dampak ekonomi.

”Kemudian prinsip kedaulatan. Bila Indonesia nggak tegas mengambil sikap atau memberikan tanggapan, bisa jadi Indonesia tidak memiliki prinsip atas kedaulatan negara,” terang Radityo Dharmaputra.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore