alexametrics
Kaleidoskop 2019

Tragedi 39 Jenazah Warga Negara Vietnam di Dalam Truk Kontainer

22 Desember 2019, 11:10:26 WIB

JawaPos.com – Inggris dibicarakan sepanjang 2019 tak hanya soal Brexit dan Boris Johnson. Sebuah penemuan menggemparkan di Kawasan Industri Waterglade, London, membuat heboh dunia internasional. Maklum saja, di dalam peti kemas atau kontainer yang diparkir ditemukan 39 manusia yang semuanya sudah tak bernyawa dan dibekukan dengan es.

Penemuan menggemparkan itu pada Rabu (23/10). Menurut Wakil Kepala Kepolisian Essex Pippa Mills, jenazah tersebut terdiri atas 38 orang dewasa dan 1 remaja. Sempat diduga sebagai WN Tiongkok, ternyata 39 jenazah tersebut merupakan WN Vietnam.

Truk peti kemas yang menjadi peti mati puluhan orang tersebut berasal dari Bulgaria dan tiba di Inggris pada 19 Oktober. Namun, jalur yang ditempuh tidak biasa, yakni melalui Holyhead. Manajer Kebijakan Freight Transport Association Irlandia Utara Seamus Leheny menjelaskan, jalur Calais–Dover merupakan rute yang paling efisien bagi kargo dari Eropa yang ingin menuju Inggris. Namun, rute tersebut biasanya dilengkapi berbagai alat untuk mendeteksi penyelundupan manusia. Anjing pelacak, sensor detak jantung, sampai sensor CO2.

Kepolisian Essex mengungkapkan bahwa 39 jenzah yang terdiri dari 31 laki-laki dan 8 perempuan itu merupakan korban perdagangan manusia. Penemuan jenazah dalam jumlah besar dan sebagai korban perdangan manusia bukan kali pertama terjadi. Pada 27 Agustus 2015, polisi Austria menemukan 71 mayat (8 anak-anak) di dalam sebuah truk di Jalan Raya A4. Di Inggris, tragedi yang paling memilukan sebelumnya terjadi pada 2000. Kala itu 58 orang Tiongkok ditemukan dalam sebuah truk di Dover. Mereka diangkut berbarengan dengan muatan tomat dengan kapal feri dari Zeebrugge.

Sopir Truk Tersangka

Polisi berhasil mengamankan sopir truk kontainer tersebut yang merupakan warga negara Irlandia Utara. Maurice Robinson, nama sopir truk itu dijadikan tersangka dan dituduh melakukan pembunuhan terhadap 39 migran asal Vietnam yang mayatnya disimpan dalam kontainer. Selain itu, dia dituduh dalam sindikat perdagangan manusia dan pencucian uang.

Selain dakwaan pembunuhan massal, pria berusia 25 tahun itu didakwa terlibat konspirasi perdagangan manusia, konspirasi untuk membantu imigrasi ilegal, dan pencucian uang. Robinson ditangkap tak lama setelah penemuan 39 jenazah tersebut.

Maurice Robinson, sopir truk kontainer yang di dalamnya terdapat 39 jenazah yang diyakini warga negara tiongkok, dijadikan tersangka pembunuhan (newsbeezer.com)

Robinson pada Senin (25/11) akhirnya mengakui telah menjalankan rencana ilegal terkait 39 migran asal Vietnam yang ditemukan tewas di dalam truk kontainer yang dia kendarai. Robinson juga mengakui melakukan kejahatan untuk mendapatkan keuntungan. Robinson mengungkapkan hal itu saat memberikan pernyataan pada persidangan dengar pendapat di pengadilan London. Sidang itu digelar satu bulan setelah 39 jenazah ditemukan.

Robinson mengaku melakukan persekongkolan dengan sejumlah orang pada 1 Mei 2018 hingga 24 Oktober 2019 untuk membantu perpindahan penduduk secara ilegal. Dia juga mengaku mendapatkan uang dari hasil kejahatan tersebut.

Tidak Sendirian

Robinson tidak sendirian dalam melakukan kejahatan keji tersebut. Polisi menangkap satu tersangka lain yakni pria yang juga dari Irlandia Utara, Christopher Kennedy (23 tahun). Dia didakwa mengatur perjalanan orang-orang dalam praktik eksploitasi. Kennedy juga didakwa bersekongkol melanggar hukum imigrasi.

Tersangka ketiga, Eaman Harrison (22 tahun), juga berasal dari Irlandia Utara, didakwa 39 pembunuhan serta melakukan perdagangan manusia dan pelanggaran keimigrasian. Dia ditangkap di Republik Irlandia dan pihak berwenang Inggris sudah memulai proses ekstradisi terhadapnya.

Sementara itu, Kepolisian Inggris pada Senin (25/11) telah menangkap satu lain orang lagi dalam penyelidikan kasus itu yakni Eamon Harrison. Pria berusia 36 tahun itu ditangkap di London Timur atas kecurigaan melakukan pembantaian manusia, bersekongkol memperdagangkan manusia, dan membantu perpindahan penduduk secara ilegal dalam kaitannya dengan kematian para migran Vietnam yang berada di dalam truk kontainer. Sedangkan Kepolisian Vietnam sudah menahan 10 orang terkait kematian puluhan warga Vietnam tersebut.

Dipulangkan ke Vietnam

Semua jenazah sudah dipulangkan ke Vietnam. Jenazah itu terdiri dari 8 wanita dan 31 pria. Korban tertua berusia 44 tahun dan tiga lainnya berusia di bawah 18 tahun, termasuk remaja putra berusia 15 tahun.

Sebagian besar korban berasal dari provinsi Nghe An dan Ha Thinh di Vietnam tengah-utara. Di daerah itu, banyak penduduk pindah karena lapangan kerja yang minim serta berbagai faktor lainnya yang menjadi pemicu untuk pindah ke negara lain.

Seperti diketahui, banyak orang miskin di negara-negara Asia, Timur Tengah, dan Afrika menempuh perjalanan berbahaya ke Eropa bagian barat dengan harapan bisa membangun kehidupan yang lebih baik. Mereka kerap melakukan perjalanan itu setelah membayarkan uang dalam jumlah besar kepada kelompok-kelompok penjahat.

Suasana pemakaman jenazah warga negara Vietnam yang ditemukan di dalam truk kontainer di Inggris. (NHAC NGUYEN / AFP)

Bagi imigran gelap Vietnam, Inggris merupakan salah satu tujuan favorit. Biasanya, mereka bekerja di ladang ganja atau salon kuku. Migran yang mampu menyediakan USD 50 ribu (Rp 700 juta) bakal langsung diterbangkan dengan paspor palsu dan pengacara yang siap dipanggil. Namun, migran yang tak punya uang sebanyak itu harus puas dengan perjalanan darat yang berbahaya.

Di Vietnam prospek pekerjaan yang buruk, bencana lingkungan dan iming-iming dengan imbalan uang yang banyak, menjadi faktor untuk mendorong orang-orang meninggalkan daerah asalnya. Nguyen Dinh Gia, ayah korban Nguyen Dinh Luong mengatakan putranya meninggalkan rumah untuk pergi ke Inggris dengan mengharapkan kehidupan yang lebih baik.

Editor : Edy Pramana

Saksikan video menarik berikut ini: