alexametrics

Di Kota Guatemala Muncul Sinkhole Sedalam 100 Meter

22 Desember 2018, 15:04:29 WIB

JawaPos.com – Sebuah sinkhole yang sangat dalam, tepatnya menyerupai jurang sedalam 30 lantai muncul di Kota Guetamala pada 2010. Dilansir dari National Geographic, lubang tersebut menurut para ahli bukanlah sinkhole karena fenomena alam, melainkan fitur perpipaan.

Ahli geologi di Dartmouth College di New Hampshire, yang saat ini tinggal di Kota Guatemala, Sam Bonis mengatakan, sebuah pipa saluran pembuangan yang pecah atau saluran badai mungkin melubangi rongga bawah tanah yang memungkinkan jurang terbentuk

Lubang tersebut diperkirakan memiliki lebar 60 kaki (18 meter) dan sedalam 300 kaki (100 meter), tampaknya telah dipicu oleh banjir dari badai tropis Agatha.

Tapi rongga terbentuk di tempat pertama karena kota  dan infrastruktur bawah tanahnya dibangun di daerah di mana beberapa ratus meter pertama tanah sebagian besar terdiri dari bahan yang disebut pumice fill, diendapkan selama letusan gunung berapi masa lalu.

“Sering kali, batu apung vulkanik berasal dari aliran partikel longgar, seperti kerikil, dan karena panas dan beratnya, batu itu menjadi batuan padat,” kata Bonis.

Di Guatemala, batu apung yang belum mengeras menjadi batu mudah terkikis. Ini mudah terkikis terutama oleh air yang mengalir deras.

Menurut Bonis, secara umum peraturan zonasi dan kode bangunan di Kota Guatemala buruk. Beberapa peraturan yang ada sering diabaikan. Itu berarti pipa bocor bisa jadi tidak terpaku cukup lama untuk menciptakan kondisi yang tepat untuk sinkhole.

Sinkhole alami umumnya terbentuk ketika tanah yang berat dan jenuh air menyebabkan atap rongga batu kapur bawah tanah runtuh, atau ketika air melebarkan fraktur alami pada batuan kapur. Tetapi tidak ada batu kapur di bawah bagian Kota Guatemala di mana sinkhole baru muncul, setidaknya tidak pada kedalaman di mana lubang terbentuk.

“Mungkin ada batu kapur ribuan meter di bawah kota, tetapi tidak ratusan meter,” katanya.

Sebaliknya, alam cenderung mempercepat proses yang digerakkan oleh tindakan manusia. Letusan terbaru dari beberapa gunung berapi di Guatemala menutupi kota dengan lapisan baru abu vulkanik. Jika bahan ini masuk ke pipa dan saluran air kota, itu mungkin telah menyumbat lorong-lorong, membuat kemungkinan pecah lebih besar.

Bonis juga berspekulasi, hujan deras akibat badai tropis Agatha mungkin juga memiliki saluran air limbah atau pipa drainase yang kelebihan beban, yang mengarah ke rongga yang tumbuh yang akhirnya runtuh. 

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (ina/JPC)



Close Ads
Di Kota Guatemala Muncul Sinkhole Sedalam 100 Meter