alexametrics

Malaysia Gerebek Sindikat Penipuan Online, Ratusan Orang Diamankan

22 November 2019, 18:32:50 WIB

JawaPos.com – Puluhan orang berlarian keluar dari gedung perkantoran Wisma Mustapha Kamal, Cyberjaya, Malaysia, Rabu (20/11). Beberapa di antaranya bahkan melompat dari lantai 2. Orang-orang tersebut berusaha menghindari penangkapan petugas imigrasi. Mereka adalah pelaku penipuan daring.

”Beberapa di antara mereka berusaha menyerang petugas imigrasi dan sekitar 100 orang berhasil melarikan diri,” ujar Dirjen Imigrasi Khairul Dzaimee Daud, Kamis (21/11) seperti dikutip Free Malaysia Today. Petugas kini berusaha melacak pelaku yang kabur tersebut.

Penggerebekan itu merupakan bagian dari operasi terhadap sindikat penipuan online yang dijalankan warga Tiongkok. Total ada 680 orang yang diamankan. Sebanyak 77 di antara mereka adalah perempuan. Beberapa terluka karena berusaha menembus barikade petugas untuk melarikan diri.

Itu adalah penangkapan terbesar dalam satu kali operasi. Petugas juga menyita 8.230 telepon genggam, 174 laptop, dan 787 komputer. Seluruh barang elektronik itu digunakan untuk menjalankan aksi penipuan.

Khairul mengungkapkan, para tersangka sedang menjalankan aksi ketika petugas imigrasi datang. Karena itulah, mereka kalang kabut dan banyak yang tak berhasil lolos. Penangkapan ratusan orang penipu itu membuat Departemen Imigrasi menuai banyak pujian dari penduduk.

Para penipu itu mencari mangsa penduduk sebangsanya. Mereka menawarkan investasi dengan profit yang sangat menggiurkan. Transaksi biasanya dilakukan via WeChat Pay dan beberapa bank Tiongkok. Kejahatan yang mereka lakukan sudah berjalan sekitar enam bulan.

Khairul mengungkapkan, sebelum melakukan penggerebekan, pihaknya memata-matai gedung tersebut selama hampir sebulan. Mereka sebelumnya mendapatkan informasi adanya aktivitas mencurigakan di gedung itu dari penduduk sekitar.

Petugas imigrasi meyakini bahwa gedung yang mereka gerebek dipakai sebagai call center. Gedung itu disewa sebesar MYR 360 ribu (Rp 1,2 miliar) per bulan. Pengamanannya cukup ketat. Mereka menggunakan penjaga keamanan di setiap lantai, CCTV, serta kartu khusus untuk akses masuk.

Semua pelaku yang ditangkap itu tak bisa menunjukkan dokumen izin kerja. Hasil penyelidikan awal menunjukkan, mereka datang ke Malaysia dengan visa sosial. Itu adalah kategori visa untuk turis maupun mereka yang ingin berkunjung ke temannya di Malaysia. Bukan visa kerja.

Mudahnya memperoleh visa dan infrastruktur telekomunikasi yang sudah berkembang membuat Malaysia menjadi jujukan orang asing yang ingin membuat kantor pusat untuk bisnis penipuan online. Saat ini Kedutaan Besar Tiongkok di Malaysia sudah dihubungi terkait dengan penipuan dan penangkapan tersebut.

Para pelaku akan ditahan selama 14 hari ke depan sebelum dakwaan dibacakan. Mereka diperkirakan bakal dijerat dengan pelanggaran aturan visa kunjungan sosial, masuk dan tinggal di Malaysia tanpa visa yang valid, serta tinggal melampaui batas waktu. Belum diketahui pasal penipuan mana yang akan dipakai terhadap ratusan pelaku itu.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c10/dos)


Close Ads