JawaPos Radar | Iklan Jitu

Keluarga Korban Jatuhnya Lion Air Minta Ganti Rugi Ratusan Juta Dolar

22 November 2018, 17:44:26 WIB
lion air jatuh, pesawat lion air jatuh, pesawat,
Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan Boeing di Chicago (The Guardian)
Share this

JawaPos.com - Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 telah mengajukan gugatan hukum terhadap perusahaan Boeing di Chicago. Selain gugatan pertama yang diajukan pada minggu lalu, keluarga korban sekarang sedang meminta ganti rugi yang berjumlah ratusan juta dolar.

Manuel Von Ribbeck dari Ribbeck Law Chartered mengatakan, dia mengharapkan banyak tuntutan hukum untuk diajukan atas nama keluarga dalam beberapa hari ke depan.

"Tidak ada alasan untuk menunggu laporan akhir dari investigasi karena bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bertahun-tahun, laporan akhir tidak akan menetapkan kewajiban; keputusan siapa yang bersalah dalam kecelakaan ini akan ditentukan oleh hakim atau juri di Amerika," katanya dalam konferensi pers di Jakarta pada Kamis (22/11).

lion air jatuh, pesawat lion air jatuh, pesawat,
Manuel Von Ribbeck dari Ribbeck Law Chartered mengatakan, dia mengharapkan banyak tuntutan hukum untuk diajukan atas nama keluarga dalam beberapa hari ke depan (Ribbeck Law Chartered)

Ribbeck, yang memiliki catatan mewakili keluarga korban penerbangan global (termasuk beberapa keluarga dalam kecelakaan penerbangan sebelumnya di Indonesia) menuduh pesawat Boeing MAX 8 dan manual penerbangan pesawatnya rusak dan berbahaya. Menurutnya, itulah penyebab langsung kecelakaan itu.

"Lion Air hanyalah salah satu dari beberapa maskapai yang telah membeli Boeing MAX 8 yang relatif baru," tambahnya.

Deon Botha dari Ribbeck Law Chartered menyatakan, pada 7 November 2018, Federal Aviation Administration (FAA) mengeluarkan Pedoman Kelayakan Darurat baru pada Boeing 737 MAX yang diarahkan pada apa yang ditetapkan sebagai kondisi tidak aman yang mungkin ada atau berkembang di pesawat Boeing 737 MAX lainnya. Pesawat Boeing 737 MAX 8 yang baru itu dirancang dan diproduksi di Amerika Serikat.

Penyelidik telah fokus pada sistem kontrol penerbangan otomatis baru pada Boeing 737 MAX yang tidak termasuk dalam versi 737 sebelumnya. Sistem kontrol penerbangan baru ini memiliki kemampuan yang bisa memperbaiki situasi, salah satunya hidung pesawat akan menukik menandakan level berbahaya selama penerbangan yang bisa mengarah ke gagal mesin.

Tetapi dalam kondisi yang dialami Boeing 737 MAX 8 sistem mendorong hidung pesawat turun secara tidak terduga dan tidak dapat dikendalikan oleh awak pesawat. Kecuali jika sebelumnya awak pesawat benar-benar diinstruksikan dan dilatih untuk menghadapi situasi seperti itu, mengubah sistem secara manual untuk menghindari kecelakaan.

Fitur otomatis ini dapat dipicu bahkan ketika pilot sedang menerbangkan pesawat secara manual dan tidak mengharapkan campur tangan komputer kontrol penerbangan.

Menurut laporan di Wall Street Journal, New York Times, dan publikasi lainnya, Boeing menahan informasi tentang potensi bahaya yang terkait dengan sistem kontrol penerbangan baru ini. Regulator penerbangan AS telah meluncurkan tinjauan prioritas tinggi terhadap analisis keselamatan yang dilakukan Boeing selama bertahun-tahun dan informasi apa yang diungkapkan atau tidak diungkapkan kepada maskapai penerbangan tentang sistem kontrol penerbangan baru ini.

Ribbeck Law Chartered adalah firma hukum litigasi global yang berkonsentrasi pada bencana penerbangan di seluruh dunia. Perusahaan ini telah mewakili klien lebih dari 73 negara dan 47 kecelakaan pesawat penerbangan komersial.

Editor           : Dyah Ratna Meta Novia
Reporter      : (iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini