alexametrics

Polisi Gagal Tangkap Bandar Narkoba, 400 Tentara Diterjunkan

22 Oktober 2019, 20:41:47 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Meksiko mengirim 400 tentara yang tergabung dalam pasukan elite ke kota Culiacan sebelah utara. Mereka ditugaskan untuk berpatroli di wilayah negara bagian Sinaloa tersebut. Selain itu, para tentara juga mendapat tugas untuk menangkap anggota kartel narkoba dan pemimpin mereka yakni Ovidio Guzman yang merupakan putra dari Joaquin “El Chapo” Guzman.

Pengiriman 400 pasukan elite itu dilakukan setelah anggota kepolisian gagal melaksanakan misi menangkap Ovidio pada Kamis (17/10). Sejumlah pria bersenjata senapan mesin yang merupakan anggota kartel narkoba dan merupakan anak buah Ovidio, menyerang para polisi yang telah mengamankan bos mereka. Dalam serangan tersebut, kelompok bersenjata berhasil mengalahkan polisi dan membuat polisi mundur. Polisi pun akhirnya melepaskan kembali Ovidio dan gagal menahannya.

Seperti dilansir Al Jazeera, serangan brutal para anggota kartel narkoba tersebut menewaskan 9 orang. Namun, polisi tidak memperinci 9 korban tewas apakah seluruhnya dari polisi atau ada warga sipil atau anggota kartel.

Langkah pemerintah Meksiko dengan menerjukan tentara sebagai upaya untuk membuat kondisi di Culiacan tenang. Selain itu, apabila ada kesempatan, mereka juga diberi tugas untuk menangkap Ovidio dan anggota-anggota kartel narkoba lainnya. Pemerintah khawatir andai dibiarkan, para anggota kartel semakin berani ke pihak kepolisian.

Menteri Pertahanan Meksiko, Alfonso Duraso mengakui bahwa operasi pada Kamis (17/10) lalu itu direncanakan dengan buruk. Sementara itu, Jaksa Agung Alejandro Gertz menegaskan akan melakukan penyelidikan karena ada dugaan keterlibatan pejabat pemerintah dalam insiden tersebut. .

“Ini bukan hanya tentang tindakan satu petugas kepolisian atau seorang kriminal. Kami akan menganalisis semua fakta untuk mengklarifikasi kejahatan apa yang mungkin telah dilakukan, kemudian menuntut dan menghukum mereka, tanpa kecuali,” sebut Gertz seperti dilansir Al Jazeera.

Di sisi lain, Presiden Andres Manuel Lopez Obrador mendukung keputusan polisi untuk melepaskan kembali Ovidio pada Kamis (17/10) saat mereka diserang. Pertimbangannya akan banyak jatuh korban andai polisi tetap membawa dan menangkap Ovidio.

“Tidak hanya para penjahat yang juga manusia dan polisi yang harus kita lindungi, tetapi juga warga sipil,” sebut Obrador.

Dalam sebuah survei oleh lembaga GCE, lebih dari 63 persen responden mengatakan percaya para penyelundup dan kartel narkoba lebih kuat daripada pemerintah. Ini jelas menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi pemerintah Meksiko.

Editor : Edy Pramana



Close Ads