JawaPos Radar

Trump Tuding Saudi Bohong Soal Khashoggi

22/10/2018, 14:14 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Arab Saudi berbohong tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi (Reuters)
Share this

Trump Tuduh Saudi Berbohong Atas Kematian Jurnalis Khashoggi


JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh Arab Saudi berbohong tentang pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Trump tak lagi mengatakan, Saudi memberikan penjelasan yang kredibel atas kematian Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Namun Trump mengatakan, ia tetap percaya pada kepemimpinan di bawah Putra Mahkota Mohammad Bin Salman (MBS). MBS sering disebut dalam kasus ini sebab Khashoggi merupakan jurnalis yang kerap mengritik MBS. "Jelas ada penipuan dan ada kebohongan," kata Trump dilansir dari The Times of Israel pada Senin, (22/10).

Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Para pejabat Saudi awalnya mengatakan, Khashoggi memasuki konsulat pada 2 Oktober, telah pergi tanpa cedera (Picture-Alliance)

Para pejabat Saudi awalnya mengatakan, Khashoggi memasuki konsulat pada 2 Oktober, telah pergi tanpa cedera. Namun, mengumumkan pada Jumat pekan lalu bahwa ia terbunuh di dalam gedung karena terlibat pertengkaran.

Sekutu Eropa, termasuk Inggris dan Perancis, skeptis dengan jawaban dari Saudi. Mereka menuntut AS untuk menyerukan tindakan keras untuk menghukum keluarga Kerajaan Saudi jika memang mereka yang bertanggung jawab.

Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al Jubeir bersikeras kalau pembunuhan itu adalah kesalahan yang luar biasa. Ia juga mengatakan, pembunuhan itu adalah bagian dari operasi yang jahat.

Namun ia tetap mengatakan, MBS tidak memerintahkannya. Dia juga menyatakan keyakinannya bahwa hubungan AS-Saudi akan bertahan dari krisis. "Hubungan strategis penting bagi kedua negara," kata Jubeir kepada Fox News via Times of Israel.

Tetapi beberapa anggota Parlemen AS dari kedua belah pihak menyatakan keraguan. Mereka menuntut sikap yang lebih kuat terhadap mitra regional AS yang sudah lama itu.

(iml/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up