alexametrics

Saudi Harus Tunjukkan Jenazah Khashoggi

22 Oktober 2018, 16:01:00 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Arab Saudi terus berusaha lepas dari tekanan internasional. Cerita mereka tentang penyebab kematian Jamal Khashoggi terus berubah. Hal itu membuat banyak negara semakin berang. Mereka meminta penyelidikan yang tuntas dan bukti yang kuat.

Salah satu pejabat tinggi Saudi menjelaskan dengan detail kematian jurnalis Washington Post itu. Menurut dia, tim yang terdiri atas 15 orang tersebut sebenarnya dibentuk hanya untuk mengintimidasi Khashoggi. Rencana awal, mereka akan menyekap Khashoggi di bangunan terpencil di luar Istanbul.

“Mereka harusnya mengancamnya untuk kembali pulang. Tapi, jika tak mempan, dia akan dilepas,” ungkap pejabat yang menolak identitasnya disebut itu kepada Reuters.

Saudi Harus Tunjukkan Jenazah Khashoggi
Infografis perjalanan kasus pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi. (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Namun, rencana tersebut gagal saat Khashoggi malah mengancam balik. Dia menyebutkan, ada orang lain yang menunggu di luar konsulat. Tunangannya, Hatice Cengiz, akan menghubungi otoritas Turki jika dirinya tak segera keluar.

“Sewaktu tahu akan dibius, Khashoggi berusaha berteriak. Tim di sana menutup mulut dan lehernya dan tak sengaja membunuhnya,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan alasan Saudi yang tiba-tiba mengakui pembunuhan itu. Sebab, tim eksekusi membuat laporan palsu ke markas mereka di Saudi. Mereka mengaku bahwa Khashoggi sudah dipulangkan kembali. Padahal, mereka membungkus mayat pria 59 tahun itu dengan karpet, lalu membuangnya di Hutan Belgrad, dekat Kota Yalova.

Sementara itu, Mustafa Madani, salah seorang anggota tim, memakai pakaian Khashoggi dan keluar dari pintu belakang. “Harapan mereka, pemerintah tak tahu bahwa Khashoggi terbunuh,” ungkapnya.

Namun, klaim pejabat tinggi Saudi tersebut diragukan banyak orang. Jika tujuannya hanya menculik dan mengancam, mengapa pemerintah Saudi harus merekrut pakar otopsi dalam tim yang terdiri atas 15 orang itu?

Beberapa pihak menduga, kisah itu disampaikan untuk menjauhkan Muhammad bin Salman (MBS) dari kasus itu. Sebab, sang pejabat sama sekali tak menyebutkan peran putra mahkota Arab Saudi tersebut.

“Yang membentuk tim adalah Ahmed Al-Asiri. Dia meminta Saud Al-Qahtani beberapa personel yang kenal Khashoggi secara pribadi,” ungkapnya.

Senator AS Lindsey Graham terang-terangan menuduh MBS memerintahkan pembunuhan tersebut. Sementara itu, tokoh negara lainnya bermain lebih halus. Mereka menilai pernyataan pemerintah Saudi kurang kredibel. “Penjelasan dari Arab Saudi tidak konsisten. Kami tetap meminta pihak yang bertanggung jawab diadili,” ujar Menlu Kanada Chrystia Freedland sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Wall Street Journal melaporkan, delegasi Saudi, Khalid al-Faisal, sebenarnya sudah mendengar rekaman suara pembunuhan Khashoggi yang dimiliki otoritas Turki. Menurut narasumber anonim, suara dalam rekaman itu tak mewakili adegan perkelahian. “Sama sekali tidak terdengar adu argumen,” ungkap salah seorang anggota keluarga kerajaan.

Berbagai pihak tetap menuntut akhir yang lengkap. Lebih tepatnya bukti yang kuat. Jika memang Khashoggi tewas karena dicekik, jenazahnya harus bisa ditemukan dan ditunjukkan ke publik. Jika memang dibunuh, seharusnya rekaman video dan suara yang diklaim Turki bisa dipublikasikan.

“Beri kami jenazah Khashoggi supaya teman, kerabat, dan pimpinan dunia bisa datang ke Istanbul untuk memakamkan dia,” ungkap Turan Kislakci, ketua Asosiasi Media Turki-Arab sekaligus sahabat Khashoggi. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (bil/c5/oni)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Saudi Harus Tunjukkan Jenazah Khashoggi