JawaPos Radar

Ribuan Migran Honduras Tolak Tumpangan Bus Polisi Meksiko

22/10/2018, 13:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Kebanyakan dari mereka mengabaikan tawaran polisi untuk naik bis menuju tempat penampungan migran karena kecurigaan mereka mungkin mereka akan dideportasi sebagai gantinya (Reuters)
Share this

JawaPos.com - Ribuan migran Honduras berdesakan di perbatasan Meksiko pada Minggu, (21/10), mendirikan kamp-kamp dadakan di ruang publik, ditemani hujan yang lebat. Banyak dari mereka kelelahan akibat perjalanan panjang dengan berjalan kaki dari perbatasan Guatemala.

Kebanyakan dari mereka mengabaikan tawaran polisi untuk naik bis menuju tempat penampungan migran karena kecurigaan mereka mungkin mereka akan dideportasi sebagai gantinya.

Para migran menentang ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kalau ia akan menutup perbatasan AS-Meksiko jika ada penambahan jumlah migran. Trump memperingatkan migran kalau mereka berisiko dideportasi jika mereka tidak dapat mencari suaka di Meksiko.

migran honduras, migran, AS, trump, migran jalan kaki,
Ribuan migran Honduras berdesakan di perbatasan Meksiko pada Minggu, (21/10), mendirikan kamp-kamp dadakan di ruang publik (The Japan Times)

"Upaya penuh sedang dilakukan untuk menghentikan serangan alien ilegal," kata Trump melalui Twitter-nya. Ia mengatakan,  hal tersebut dengan alasan para migran harus mengajukan permohonan suaka di Meksiko sebelum mencoba untuk masuk  AS.

Di Meksiko Selatan, polisi dengan peralatan antihuru-hara membayangi kedatangan migran Honduras di sepanjang jalan raya. Namun mereka tak menghalangi perjalanan mereka. Di antara kerumunan orang yang menuju ke pusat kota adalah Roger Pineda, seorang warga Honduras berusia 16 tahun.

"Saya hanya ingin mencari makanan dan tempat untuk tidur," kata Pineda. Ia menjelaskan.  dia bergabung dengan para migran lain dengan lima anggota keluarga dan sekelompok teman dari Kota San Pedro Sula.

Di Guatemala, media setempat melaporkan bahwa sekitar 1.000 migran sedang melakukan perjalanan ke utara menuju perbatasan Meksiko. Banyak migran mengatakan, mereka memang harus bermigrasi karena di negara mereka banyak kekerasan, kemiskinan, dan korupsi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up