JawaPos Radar

Menlu Sebut Putra Mahkota Saudi tak Berkaitan dengan Kasus Khashoggi

22/10/2018, 11:24 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Al Jubeir mengatakan, sejatinya ia atas nama bangsa Arab Saudi menyesalkan pembunuhan terhadap Khashoggi (The Daily Star)
Share this

JawaPos.com - Di tengah-tengah pertanyaan publik mengenai keberadaan jasad wartawan Jamal Khashoggi, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Al Jubeir mengatakan, sejatinya ia atas nama bangsa Arab Saudi menyesalkan pembunuhan terhadap Khashoggi di konsulat.

Dilansir dari Al Jazeera pada Senin, (22/10), berbicara dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Fox News pada hari Minggu, Adel Al Jubeir mengatakan, pembunuhan Khashoggi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul hampir tiga minggu lalu adalah tragedi yang mengerikan. Ia juga mengatakan, Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) tidak ada hubungannya dengan itu.

Khashoggi, AS, arab saudi, trump, MBS, raja salman,
Menlu Saudi mengatakan, Putra Mahkota Saudi Mohammed Bin Salman (MBS) tidak ada hubungannya dengan itu (Reuters)

Al Jubeir mengatakan, Khashoggi didekati oleh tim keamanan Saudi ketika dia memasuki konsulat pada 2 Oktober. Laporan tim tentang apa yang terjadi  berbeda dari pernyataan pejabat Turki. Hal itu yang mendorong Saudi untuk menyelidiki sendiri.

"Dia dibunuh di konsulat. Kami tidak tahu dalam hal rincian bagaimana. Kami tidak tahu di mana mayat itu berada. Namun kami bertekad untuk mengungkapkannya dan menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini," ujar Al Jubeir.

Al Jubeir adalah pejabat senior Saudi pertama yang berbicara dalam catatan sejak Saudi mengakui pada hari Sabtu, setelah lebih dari dua minggu penyangkalan kalau Khashoggi terbunuh di dalam konsulatnya di Turki. Dalam sebuah pernyataan yang dibacakan di media pemerintah, kantor jaksa agung Saudi mengklaim pria berusia 59 tahun itu tewas dalam perkelahian.

Penjelasan itu menandai perubahan tajam bagi kerajaan yang selalu mendesak agar Khashoggi meninggalkan konsulat tak lama setelah dia masuk. Ini juga bertentangan dengan informasi yang bocor dari sumber keamanan Turki yang menyebut  Khashoggi disiksa, dibunuh, dan dimutilasi di dalam gedung.

Dalam wawancara Fox News, Al Jubeir menyebut pembunuhan itu sebagai kesalahan besar dan serius. Ia menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga Khashoggi.

"Sebanyak 18 individu melakukan hal ini di luar lingkup otoritas mereka. Mereka bukan orang-orang yang terkait erat dengan MBS. Ini adalah operasi yang merupakan operasi nakal," katanya.

Ada foto beberapa petugas keamanan yang mungkin menjadi bagian dari detail keamanannya dari waktu ke waktu, tetapi ini normal. Orang-orang keamanan yang menangani rincian keamanan berotasi di antara pejabat yang berbeda, baik domestik maupun asing. Jadi, memiliki seseorang dalam gambar tidak berarti bahwa mereka dekat sama sekali.

Jurnalis  Al Jazeera Jamal Elshayyal melaporkan dari Istanbul. Ia mengatakan, pernyataan Al Jubeir tidak sepenuhnya benar. Dia juga mengutip laporan yang mengatakan, Maher Mutreb, petugas keamanan yang muncul di foto dengan MBS, membuat empat panggilan telepon ke sekretaris pribadi putra mahkota selama dan setelah pembunuhan Khashoggi. 

 

(ina/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up