JawaPos Radar

Australia Akui Gagal Lindungi Ribuan Warganya dari Pelecehan Seksual

22/10/2018, 17:48 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
pelecehan seksual, pelecehan, seks,
Menurut Komisi Kerajaan, tujuh persen imam Katolik di Australia dituduh melakukan pelecehan antara tahun 1950 dan 2010 (CBS7)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan permintaan maaf kepada ribuan korban pelecehan seksual pada Senin, (22/10). Ia mengakui, negara gagal menghentikan kejahatan yang dilakukan para pelaku kejahatan seksual selama beberapa dekade.

"Ini dilakukan oleh orang Australia kepada orang Australia, musuh di tengah-tengah kita," kata Morrison dalam pidato emosional kepada parlemen. Pidato ini dirancang sebagai permintaan maaf untuk 15.000 orang penyintas pelecehan seksual.

"Sebagai sebuah bangsa, kami gagal, kami meninggalkan mereka, dan itu akan selalu menjadi aib kami, "katanya. Dia menceritakan pelecehan yang telah diperlihatkan oleh penyelidikan pemerintah, yang terjadi di sekolah, gereja, panti asuhan, klub olahraga, dan lembaga lain di seluruh negeri.

pelecehan seksual, pelecehan, seks,
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyatakan permintaan maaf kepada ribuan korban pelecehan seksual pada Senin, (22/10) (Public Radio International)

"Hari ini, kami minta maaf, kepada anak-anak, kami gagal. Maaf. Kepada orang tua yang kepercayaannya dikhianati. Maaf kepada  para pelapor, yang kami tidak dengarkan. Maaf," kata Morrison.

Di parlemen, para pembuat undang-undang berdiri untuk mengheningkan cipta setelah pernyataan itu. Ratusan orang yang selamat melihat dan menonton dalam acara resmi yang ditayangkan di seluruh negeri.

Di luar ruang parlemen, keluarga korban mengenakan tanda dengan nama-nama anak perempuan dan anak laki-laki yang meninggal, saudara laki-laki dan perempuan.

Menurut Komisi Kerajaan, tujuh persen imam Katolik di Australia dituduh melakukan pelecehan antara tahun 1950 dan 2010, tetapi tuduhan itu jarang diselidiki. Korbannya rata-rata anak-anak dan laporan mereka sering diabaikan dan bahkan mereka malah dihukum. Namun, beberapa anggota senior gereja di Australia telah dituntut sehubungan dengan pelecehan itu.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up