JawaPos Radar

Malaysia Tak Akan Pernah Terima LGBT

22/09/2018, 05:05 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Malaysia Tak Akan Pernah Terima LGBT, malaysia, lgbt,
Para aktivis telah menyuarakan keprihatinan atas permusuhan terhadap kelompok LGBT baik dari dalam masyarakat dan dari pemerintah (AFP)
Share this image

JawaPos.com - Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan, Malaysia tak akan pernah menerima pernikahan sesama jenis atau kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT). Dia mengungkapkan ini ditengah meningkatnya kasus penganiayaan terhadap komunitas LGBT di negara mayoritas Muslim.

"Di Malaysia ada beberapa hal yang tidak bisa kami terima, meskipun itu dilihat sebagai hak asasi manusia di negara-negara Barat," kata Mahathir kepada wartawan. "Kami tidak bisa menerima LGBT, pernikahan antara pria dan pria, wanita dan wanita," katanya

Komentarnya kemungkinan akan memicu perdebatan lebih lanjut. Para aktivis telah menyuarakan keprihatinan atas permusuhan terhadap kelompok LGBT baik dari dalam masyarakat dan dari pemerintah.

Malaysia Tak Akan Pernah Terima LGBT, malaysia, lgbt,
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menegaskan, Malaysia tak akan pernah menerima pernikahan sesama jenis atau kaum Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) (The Globe dan Mail)

Dua wanita dicambuk bulan ini karena berhubungan seks lesbian di Terengganu, sebuah kawasan konservatif di timur Malayisia. Mahathir mengecam hukuman itu, dengan mengatakan itu tidak mencerminkan keadilan atau belas kasihan dalam Islam.

Bulan lalu, sebuah bar gay di Kuala Lumpur diserbu oleh polisi dan petugas penegak agama, sementara seorang transgender dipukuli oleh sekelompok penyerang di Seremban.

Menteri yang bertanggung jawab atas urusan Islam juga mendapat kecaman, dari aktivis dan anggota parlemen partai berkuasa lainnya, setelah ia memerintahkan penghapusan potret dua aktivis LGBT dari sebuah pameran seni.

Malaysia menggambarkan seks oral dan anal sebagai melawan tatanan alam. Hukum perdata menetapkan penjara hingga 20 tahun, hukuman cambuk dan denda bagi pelanggar, meskipun penegakan hukum jarang terjadi.

(iml/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up