JawaPos Radar | Iklan Jitu

8 Negara Eropa Kecam Upaya Penghancuran Desa Di Palestina Oleh Israel

22 September 2018, 05:30:59 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
israel, palestina,
Delapan negara di Eropa memilih untuk menentang keputusan Israel yang berencana akan menghancurkan desa-desa di Tepi Barat, Palestina (Anadolu)
Share this

JawaPos.com –  Delapan negara di Eropa memilih untuk menentang keputusan Israel yang berencana akan menghancurkan desa-desa di Tepi Barat, Palestina. Di PBB,  delapan negara eropa menentang keinginan Israel yang akan memporakporandakan peluang bagi perdamaian antara kedua belah pihak.

Dilansir dari The Times of Israel pada Jumat, (21/09), delapan negara itu mencakup Inggris, Perancis, Jerman, Italia, Swedia, Belgia, Polandia, dan Belanda. Mereka memperingatkan pembongkaran Desa Khan Al Ahmar adalah tindakan yang sangat serius dan dapat merusak kelangsungan hidup. Pembongkaran itu dinilai juga dapat merusak prospek perdamaian bagi kedua negara.

Dilaporkan sebelumnya, pada tanggal 5 September kemarin , Mahkamah Agung Israel memberikan perintah untuk meruntuhkan desa dengan alasan bahwa itu dibangun tanpa perizinan yang sah. Dengan kejadian itu, selain memberikan perspektif mereka terhadap rencana Israel, mereka juga turut menyerukan kepada Israel untuk mempertimbangkan kembali perencanaan yang telah mereka buat.

israel, palestina,
Israel terus memperluas negaranya dengan menghacurkan desa-desa Palestina (My Jewish Learning)

Hingga saat ini, Israel belum mengumumkan tentang kelangsungan rencana pembongkaran yang akan mereka lakukan. Namun, dilaporkan bahwa mereka telah berhasil membokar lima gubuk dekat Khan Al Ahmar. Tercatat bahwa gubuk itu dibangun oleh penduduk desa setempat.

Israel juga telah menghancurkan gundukan tanah yang dibuat, dan berhasil menahan dua orang professor hukum Amerika-Perancis. Mendengar aksi Israel, mata internasional tertuju kepada daerah-daerah Tepi Barat, Palestina. Area Tepi barat digadang-gadang adalah sebuah daerah yang cukup strategis.

Salah seorang Juru Bicara COGAT, Shani Sasson mengatakan, Israel telah memberikan tawaran relokasi terhadap penduduk, ia juga mengatakan suku di Tepi Barat itu malah memilih untuk tinggal di daerah tanah yang tidak aman untuk ditinggali.

Israel dilaporkan telah menyiapka tempat alternative yang berjarak hanya beberapa kilometer dari pengolahan limbah dan akses air dan listik. Bahkan disebutkan juga oleh Sasson bahwa mereka telah mengeluarkan dana lebih dari USD 2 Juta untuk relokasi tersebut. “Proses relokasi Ini dilakukan untuk kebaikan mereka,” kata Sasson. 

(am1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up