alexametrics

Tiongkok Akui Tangkap Staf Konjen Inggris

Berdalih Urusan Dalam Negeri
22 Agustus 2019, 16:16:39 WIB

JawaPos.com – Pemerintah Tiongkok akhirnya menyatakan menahan staf lokal konsulat jenderal Inggris di Hongkong. Konfirmasi tersebut dibarengi peringatan kepada Inggris: jangan ikut campur urusan internal negara.

Pernyataan tersebut datang dari Jubir Kementerian Luar Negeri Geng Shuang. Dia menjelaskan, Simon Cheng ditahan selama 15 hari oleh Kepolisian Shenzhen. Pemuda berusia 28 tahun itu melanggar hukum keamanan publik Tiongkok.

“Satu hal yang harus saya perjelas. Orang ini warga Hongkong, bukannya warga Inggris,” ujar Geng kepada South China Morning Post.

Undang-Undang Administrasi Keamanan Publik bertujuan mempertahankan ketertiban umum di masyarakat. Namun, tolok ukur pelanggaran keamanan publik sendiri tak jelas.

Insiden penangkapan tersebut terjadi di saat hubungan Tiongkok dan Inggris mulai masam. Berkali-kali, kabinet Xi Jinping memperingatkan agar Inggris tak ikut campur di Hongkong.

“Akhir-akhir ini, kami mendengar banyak komentar tentang Hongkong dari Inggris. Kami harap Britania Raya segera berhenti mendramatisasi dan memanas-manasi publik,” imbuh Geng.

Simon Cheng merupakan staf bidang ekonomi di Konsulat Jenderal Inggris di Hongkong. Dia datang ke Shenzen pada 8 Agustus untuk menghadiri pertemuan bisnis. Namun, tiba-tiba dia menghilang saat ingin menyeberang kembali ke Hongkong.

Simon Cheng (BBC/Facebook)

Teman-temannya tak terima Cheng ditahan. Mereka berkumpul di depan kantor Konsulat Inggris untuk berdemo. Mereka meminta Inggris bertanggung jawab dan segera membebaskan kawan mereka.

Menurut Chung, temannya tak pernah mengikuti demo anti pemerintah. Mereka juga ragu Cheng membuat keributan saat berada di imigrasi Tiongkok. Karena itu, mereka menduga bahwa Tiongkok sengaja melakukan penahanan untuk mencari gara-gara dengan warga Hongkong dan Pemerintah Inggris.

“Kalau Pemerintah Beijing tidak menjelaskan secara gamblang, artinya mereka benar-benar bermain dengan api,” tegas Chung.

Isu penahanan Simon Cheng bisa jadi penyulut amarah penduduk Hongkong. Padahal, keadaan di pusat finansial Asia itu baru saja reda setelah kericuhan di Bandara Internasional Hongkong pekan lalu.

Bara mereka tidak hanya datang dari pemerintah Tiongkok. Tapi juga kepolisian Hongkong. Selasa kemarin, dua polisi di Hongkong resmi ditahan setelah video menunjukkan mereka menganiaya pria berusia 62 tahun. Dalam cuplikan video itu, dua polisi terlihat memukuli seorang pria yang diikat dalam kasur di ruang rumah sakit.

Kasus tersebut memang tidak ada hubungan langsung dengan demo yang terjadi 11 pekan terakhir. Korban penganiayaan itu bukanlah demonstran. Dia diduga sempat menyerang petugas kepolisian dalam keadaan mabuk.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (bil/c25/dos)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads