JawaPos Radar

Pemimpin Gangster Perempuan di India Akhirnya Ditangkap

22/08/2018, 18:10 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Pemimpin Gangster Perempuan di India Akhirnya Ditangkap
Kepolisian mengatakan, Basiran telah menyetujui kontrak untuk membunuh seorang pemuda oleh saudara tirinya dengan imbalan sebesar INR 60 ribu (India Today)
Share this image

JawaPos.com - Tingkat kejahatan di beberapa titik di India masih tinggi termasuk di Delhi. Polisi Delhi mengumumkan penangkapan perempuan yang merupakan pemimpin gangster di India, Basiran alias Mummy bersama keluarganya. Mereka telah terlibat 113 kasus kriminal.

Basiran beserta suaminya diketahui memulai melakukan tindakan kriminal sejak 1980-an dengan alasan terhimpit keterbatasan ekonomi. Mereka kemudian mulai menjual minuman keras yang dilarang beredar di India. Mereka ditangkap pada Sabtu lalu.

Namun tak hanya sebagai pengedar minuman keras, sang suami yang kini berusia 62 tahun tersebut telah melakukan banyak sekali tindak kriminal seperti pembunuhan, perampasan tanah, bahkan pemasaran air hitam dengan dibantu oleh delapan puteranya.

"Basiran adalah gangster yang ditakuti, dia dikenal sebagai orang yang disewa untuk membunuh orang lain. Dia telah melarikan diri sejak Januari tahun ini setelah polisi menemukan sidik jarinya dalam pembunuhan seorang pemuda pada bulan September 2017. Dia datang ke Sangam Vihar pada hari Jumat untuk bertemu anggota keluarganya dan ditangkap oleh polisi, "kata Wakil Komisaris Polisi Distrik Selatan Romil Baaniya seperti dilansir India Today.

Kepolisian mengatakan, Basiran telah menyetujui kontrak untuk membunuh seorang pemuda oleh saudara tirinya dengan imbalan sebesar INR 60 ribu. Setelah itu, polisi menemukan tubuh yang dibakar dan membusuk di area hutan beberapa hari kemudian.

"Selama penyelidikan, polisi menangkap seorang remaja pada Januari 2018. Ia mengungkapkan keterlibatan Basiran dalam pembunuhan. Tiga pembantu dekatnya, Aakash alias Akki, Vikash alias Vikki, dan Neeraj alias Jaggi yang membius korban. Mereka membawanya ke hutan dan mencekiknya dengan sabuk. Setelah itu, terdakwa membakar tubuh dan mengubur jasad di hutan," kata Baaniya, Selasa, (21/8).

Kepolisian Delhi memberlakukan Kontrol Kejahatan Terorganisasi di Maharashtra (MCOCA) pada 1999 di Sangnam Vihar. Baaniya menambahkan, Basiran telah mendirikan markasnya di daerah tersebut bersama para anak buahnya.

(trz/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up