JawaPos Radar

Netanyahu dan AS Minta Eropa Tinggalkan Perjanjian Nuklir Iran

22/08/2018, 14:11 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
perjanjian nuklir iran
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton bertemu di Yerusalem pada hari Senin. Ia menyerukan negara-negara Eropa untuk ikut meninggalkan perjanjian nuklir Iran (The Jerusalem Post)
Share this

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Donald Trump, John Bolton bertemu di Yerusalem pada hari Senin. Ia menyerukan negara-negara Eropa untuk ikut meninggalkan perjanjian nuklir Iran.

Seperti dilansir Arab News pada Selasa, (21/8), Bolton tiba di Israel pada hari Minggu untuk melakukan tiga hari pembicaraan yang diperkirakan akan fokuspada Iran dan kehadirannya di Syria. Netanyahu mendesak Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan Trump benar-benar melakukannya pada bulan Mei.

"Saya benar-benar percaya bahwa semua negara yang peduli tentang perdamaian dan keamanan di Timur Tengah harus mengikuti kepemimpinan Amerika dan meningkatkan tekanan terhadap Iran," kata Netanyahu.

perjanjian nuklir iran
Netanyahu mendesak Trump untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan Trump benar-benar melakukannya pada bulan Mei (Anadolu Agency)

Negara-negara Eropa berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran dan terus memberikan Iran dengan manfaat ekonomi yang diterimanya dari perjanjian itu. Mereka berpendapat kesepakatan nuklir dilakukan guna menjaga Iran mengendalikan senjata nuklirnya.

Bolton mengatakan, itu adalah masalah yang paling penting bagi Amerika kalau Iran tidak pernah mendapatkan kemampuan senjata nuklir. "Itu sebabnya Presiden Trump mengundurkan diri dari kesepakatan nuklir Iran yang buruk."

"Kami bekerja dengan teman-teman kami di Eropa untuk meyakinkan mereka tentang perlunya mengambil langkah lebih kuat terhadap senjata nuklir Iran dan program rudal balistiknya," ujar Bolton.

(ina/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up