alexametrics

Kebijakan Lockdown Picu Amarah Penduduk Australia

Prancis Berlakukan Kartu Sehat
22 Juli 2021, 13:03:43 WIB

JawaPos.com – Penduduk Australia mulai berang. Mereka sudah lelah di-lockdown. Terlebih, tidak ada tanda-tanda kapan kebijakan itu dicabut. Justru wilayah yang dikuntara kian luas. Setelah Victoria dan New South Wales, Selasa (20/7) Australia Selatan mengambil langkah serupa. Jika ditotal, kini ada 13 juta penduduk yang terdampak. Itu setara dengan separo populasi penduduk Australia.

Lockdown di Australia Selatan berlaku selama sepekan. Keputusan itu diambil setelah ditemukan lima kasus penularan varian Delta. Rabu (21/7) total kasus di wilayah itu mencapai 12. Di Victoria kemarin ada 22 kasus baru. Lockdown baru dicabut pada 27 Juli mendatang. Itu pun jika situasi terkendali.

Di dua kota terbesar Australia, Sydney dan Melbourne, malah tidak ada kepastian kapan lockdown dicabut. Ada ketakutan bahwa lockdown di Sydney berlangsung hingga September nanti. Belum ada tanda-tanda penularan terkendali. Kemarin ada 110 kasus baru meski kota tersebut sudah dikuntara empat pekan.

”Saya memahami bahwa ada rasa frustrasi yang luar biasa (di masyarakat, Red),” ujar Perdana Menteri Australia Scott Morrison seperti dikutip Channel News Asia. Dia menegaskan bahwa varian Delta sudah mengubah situasi. Tidak hanya di Australia, semua negara di dunia juga menghadapi masalah yang sama.

Situasi yang memburuk itu tidak terlepas dari program vaksinasi yang terlambat dari jadwal. Saat ini kurang dari 14 persen penduduk yang divaksin Covid-19. Itu adalah persentase terendah di antara negara-negara anggota Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Pemberitaan berlebihan tentang efek samping AstraZeneca membuat penduduk enggan menggunakannya. Di pihak lain, stok vaksin Pfizer-BioNTech juga terbatas.

Langkah Amerika Serikat (AS) dan Inggris yang mencabut semua pembatasan dan hidup normal juga menjadi tekanan tersendiri bagi pemerintah Australia. Kritik untuk Morrison dan pemerintahannya datang bertubi-tubi. Tapi, Morrison enggan minta maaf. Dia menggarisbawahi bahwa Australia berhasil menekan angka penularan lebih rendah jika dibandingkan dengan kebanyakan negara.

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c19/bay)

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads