alexametrics

Pertama Kali, Pengadilan Singapura Jatuhkan Vonis Mati Lewat Zoom

22 Mei 2020, 23:43:44 WIB

JawaPos.com – Wabah Covid-19 telah menyebabkan banyak aspek kini beralih ke digital. Terkait pekerjaan, banyak bidang kini diselesaikan lewat pertemuan virtual menggunakan aplikasi video conference yang banyak beredar, salah satunya Zoom. Pertemuan virtual kini juga semakin umum dan menjadi new normal di tengah pandemi Covid-19.

Selain bekerja dan bersilahturahmi dengan keluarga, kini platform video conference seperti Zoom digunakan untuk menjatuhkan vonis kepada terpidana mati. Adalah pengadilan di Singapura yang melakukan sidang virtual dan menjatuhkan vonis pada terpidana mati menggunakan aplikasi Zoom. Terpidana mati tersebut adalah seorang pria Malaysia bernama Punithan Genasan.

Dilansir dari CNet, Jumat (22/5), Genasan dinyatakan bersalah terlibat dalam perdagangan narkoba. Menurut Straits Times, dia memfasilitasi perdagangan 28,5 kilogram heroin pada 2011 sebelum meninggalkan negara itu yang memiliki kebijakan toleransi nol untuk penggunaan narkoba ilegal.

Dia kemudian diekstradisi pada 2016, akhirnya dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati lewat persidangan dengan aplikasi Zoom antara pejabat Pengadilan Tinggi, Genasan, dan tim kuasa hukumnya.

“Sejalan dengan langkah-langkah untuk meminimalkan penyebaran Covid-19 lebih lanjut, pengadilan telah melakukan persidangan, termasuk persidangan tentang masalah pidana dari jarak jauh,” kata juru bicara (jubir) Mahkamah Agung Singapura dalam sebuah pernyataan kepada CNet.

“Karena itu, demi keselamatan semua yang terlibat dalam persidangan, Jaksa Penuntut Umum dengan Punithan Genasan dilakukan dengan konferensi video,” tambah pihak jubir Mahkamah Agung Singapura. Pengacara Genasan tidak keberatan dengan hukuman yang diberikan melalui konferensi video.

Di tengah lockdown sejumlah negara, penggunaan Zoom telah meroket dan semakin populer. Sayangnya, di tengah popularitas Zoom, ada isu tak sedap menyelimutinya. Zoom diterpa isu keamanan siber, keamanan data pengguna dan aspek privasi lainnya. Karena dianggap tak aman, perusahaan seperti Google dan SpaceX bahkan telah melarang karyawannya menggunakan Zoom. Di Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) juga melarang seluruh pekerja di lingkungan BNPT menggunakan aplikasi tersebut.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : Rian Alfianto



Close Ads