alexametrics
Sejarah Pekan Ini

Kabar yang Bikin Hitler Kalut dan Ingin Mati

22 April 2019, 16:01:13 WIB

JawaPos.com – Adolf Hitler tak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Salah satu jenderalnya menyampaikan kabar buruk, pasukannya tak mampu menahan serbuan Rusia ke Eberswalde. Dia sadar, dia telah kalah.

Pada 22 April 1945 di dalam sebuah bunker rahasia, Hitler menemui para panglima perangnya. Menteri Luar Negeri Nazi, Heinrich Himmler juga ada di sana.

Mantan Wakil Direktur Jenderal MI5 Guy Liddell memasukkan dalam buku hariannya mengenai makalah Komite Intelijen Gabungan yang merinci hari-hari terakhir Hitler. Hitler memberikan pidato kepada para jenderalnya di bunker itu saat kekalahan menerpanya.

Kabar yang Bikin Hitler Kalut dan Ingin Mati
Pada 22 April 1945 di dalam sebuah bunker rahasia, Hitler menemui para panglima perangnya. Menteri Luar Negeri Nazi, Heinrich Himmler juga ada di sana (Picture-Alliance)

“Hitler masuk pada jam 8.30, dia benar-benar hancur. Hanya beberapa perwira militer yang bersamanya. Himmler mendesak Hitler untuk meninggalkan Berlin,” kata laporan itu dilansir dari The Telegraph.

“Tiba-tiba, Hitler mulai membuat salah satu pidatonya yang khas. ‘Semua orang telah berbohong kepada saya, semua orang telah menipu saya, tidak ada yang mengatakan yang sebenarnya kepada saya’,” lanjut laporan itu.

Hitler yang kalut mengatakan, angkatan bersenjata telah berbohong kepadanya. Menurutnya, rakyat Jerman belum bertempur dengan gagah berani. “Mereka layak binasa. Bukan saya yang kalah perang, tapi rakyat Jerman,” katanya.

Lalu wajah Hitler berubah ungu. Lengan kirinya gemetaran dan ia tak bisa meletakkan kaki kirinya di tanah dengan benar. Sepanjang malam itu dia menderita lemah saraf dan terus mengoceh bahwa dia akan menemui ajalnya di Berlin.

Hitler akhirnya bunuh diri pada Senin 30 April 1945 dengan cara menembak dirinya dengan pistol Walther PPK 7.65. Jenazah pasangannya, Eva Braun ditemukan tewas di dekatnya, dalam kondisi duduk di sudut sofa.

Albert Speer yang saat itu menjadi menteri persenjataan mengatakan, Hitler telah tenang. Hitler akhirnya menyadari bintangnya telah meredup. Dia mengatakan kepada Speer, menunggu kematiannya merupakan jalan yang ia lakukan sebagai pembebasan dari kesulitan hidupnya.

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : Verryana Novita Ningrum



Close Ads