alexametrics

Rusia Laporkan Penularan Perdana Virus Flu Burung H5N8 ke Manusia

Australia Mulai Vaksinasi Covid Tahap Pertama
22 Februari 2021, 23:03:54 WIB

JawaPos.com – Wabah flu burung di Rusia Desember lalu berdampak panjang. Virus H5N8 yang menjadi penyebab wabah dilaporkan menjangkiti tujuh pekerja peternakan. Flu burung memiliki banyak varian. H5N8 adalah yang paling mematikan dan menular bagi unggas. Namun, sebelumnya tak pernah ada laporan bahwa virus tersebut bisa menular ke manusia.

Itu adalah yang pertama. Jenis lainnya seperti H5N1, H7N9, dan H9N2 pernah dilaporkan menular dari hewan ke manusia. Rusia sudah menginformasikan masalah tersebut pada Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sejauh ini, belum ada indikasi bahwa ada penularan dari manusia ke manusia. Para ilmuwan telah mengisolasi materi genetik varian virus yang ada di tujuh pekerja yang tertular tersebut. Tujuh pekerja yang tertular virus itu dalam kondisi baik. Mereka tidak mengalami masalah kesehatan serius.

’’Waktu akan mengungkap apakah virus ini bisa bermutasi lebih lanjut,’’ terang Anna Popova, kepala pengawas kesehatan Rusia Rospotrebnadzor, seperti dikutip Agence France-Presse.

Popova memuji ilmuwan Rusia yang mampu menemukan mutasi tersebut sedini mungkin. Yaitu, ketika virus itu belum memiliki kemampuan untuk menular antarmanusia. Karena itu, Rusia dan seluruh dunia kini punya waktu lebih banyak untuk mempersiapkan diri akan adanya kemungkinan mutasi dan reaksi apa yang bakal dilakukan.

WHO mengakui bahwa Rusia sudah menginformasikan masalah tersebut. Mereka kini tengah berdiskusi dengan otoritas Rusia untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Itu akan digunakan untuk mengukur dampak penularan pada kesehatan publik.

Kepala Penelitian Institut Nasional untuk Pertanian, Pangan, dan Lingkungan Prancis Gwenael Vourc’h mengungkapkan, virus influenza bisa berevolusi dengan cukup cepat. Ada kemungkinan kasus lain sudah ada sebelum laporan Rusia. ’’Ini mungkin puncak gunung es,’’ ujarnya.

Sementara itu kehidupan di Israel berangsur normal kemarin (21/2). Toko-toko, perpustakaan, museum, dan tempat-tempat umum lainnya mulai dibuka. Israel percaya diri melonggarkan aturan pencegahan penularan Covid-19.

Vaksin Pfizer/BioNTech yang mereka gunakan terbukti bisa mengurangi peluang sakit parah akibat virus SARS-CoV-2. Saat ini 3,2 juta penduduk atau sepertiga populasi sudah divaksin penuh dua dosis.

Bagi penduduk, itu adalah angin segar. Sebab, negara tersebut sudah 3 kali lockdown nasional. Tapi, tidak semua toko mau menerima pengunjung begitu saja. Beberapa toko hanya mau menerima orang yang sudah divaksin. Pun demikian dengan tempat olahraga, kolam renang, hotel, serta fasilitas budaya. Mereka yang divaksin biasanya memiliki green pass.

Jika Israel baru jalan, Australia justru baru memulai. Vaksinasi pertama baru dilakukan kemarin dengan menggunakan milik Pfizer/BioNTech. Perdana Menteri Australia Scott Morrison termasuk rombongan pertama penerima vaksin. Dia divaksin di Castle Hill Medical Centre, Sydney.

Selain itu, ada Jane Malysiak, penyitas Perang Dunia II yang kini berusia 80an tahun. ’’Dia ambil bagian dalam hari bersejarah negara kita,’’ ujar Morrison kepada Malysiak. Rombongan lainnya adalah petugas medis garda depan.

Vaksinasi di Australia hanya berselang sehari setelah demo antivaksin di beberapa kota besar.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Edy Pramana

Reporter : (sha/c13/bay)




Close Ads