alexametrics

Virus Korona Mulai Berulah, Tanpa Gejala tapi Ternyata Positif

22 Februari 2020, 06:06:49 WIB

JawaPos.com – Sejak pertama kali menyebar pada Desember 2019, virus Korona jenis baru yang muncul di Wuhan, Tiongkok, adalah jenis virus yang mengganggu pernapasan. Gejalanya sesak napas, batuk, demam, dan mirip flu. Akan tetapi, setelah 2 bulan virus itu mewabah, ternyata karakternya berubah.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meningkatkan kewaspadaan dengan perubahan karakter virus. Virus Korona dengan nama COVID-19 itu kini justru terasa lebih ringan karena tanpa gejala. Akan tetapi justru saat dites, ternyata hasilnya positif.

Hal itulah yang banyak dialami oleh para penumpang kapal pesiar Diamond Princess di Yokohama, Jepang. Mereka tidak memiliki gejala, namun setelah dites hasilnya positif virus Korona.

“Dengan munculnya epicentrum baru di kapal itu dan lihat trennya di Tiongkok, maka dalam kelompok itu sudah terlihat munculnya mutasi baru. Dari beberapa referensi yang kami baca dari WHO kelihatannya sekarang yang positif justru gejala klinisnya makin ringan. Bahkan beberapa dilaporkan positif tanpa gejala,” kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto kepada wartawan, Jumat (21/2).

Artinya, menurut Yurianto, virus itu mulai bergeser seperti flu biasa. Beberapa pasien tidak menunjukkan gejala (asimtomatik). “Tetapi pas diperiksa positif. Dengan gejala minimal ya. Agak berulah nih virusnya,” imbuhnya tertawa.

“Ini kemudian jadi perhatian dari WHO, dan kewaspadaannya makin ditingkatkan, bukan diturunkan,” tambah Yurianto.

Berdasar itu, WNI yang akan dipulangkan dari epicentrum baru nanti, kebijakan karantinanya adalah 2x episode atau 2×14 hari. Sebab, di Tiongkok ada pasien yang baru muncul gejalanya setelah 20 hari.

“Dan, itu kebanyakan di luar Hubei. Justru setelah lewat 14 hari jadi positif dan gejala klinis jauh lebih ringan,” jelasnya.

Sebanyak 74 WNI yang akan dijemput dari Diamond Princess juga akan diperiksa seluruhnya. Sebab seluruh penumpang di kapal itu sangat berpotensi semuanya tertular.

“Seluruhnya akan kami periksa ulang, bukan hanya fisik tapi juga pemeriksaan virus. Khusus kelompok ini beda dari yang 238 WNI pertama, karena kami anggap semua (74 WNI) ini adalah PDP (Penderita Dalam Pengawasan). Kita periksa semua, kita screening total,” pungkas Yurianto.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani



Close Ads